Hartadinata Harianto dan Stern Resources Group yang Mencuri Perhatian

kumparan Dipublikasikan 03.30, 12/12/2019 • Rizki Baiquni Pratama
Hartadinata Harianto. Foto: Instagram/@hartadinata.h

Hartadinata Harianto baru berusia 25 tahun. Namun di usianya yang tergolong belia itu, sederet prestasi telah ia rengkuh. Pemuda kelahiran Sydney itu merupakan CEO termuda, pebisnis ulung, sekaligus motivator yang kerap mengisi diskusi di sejumlah daerah di Indonesia.

Terakhir, Harta mengunjungi kampus Universitas Padjadjaran dalam rangkaian acara Harta Talks: Muda, Inovatif, Berkarya di Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Senin (9/12). Di kampus itu, Harta bercerita tentang prestasinya yang menjadi CEO Stern Resources Group, perusahaan investasi di Amerika Serikat, kala berusia 24 tahun.

Saat masih berusia 18 tahun, Harta diganjar penghargaan dua Rekor MURI. Ia dinobatkan sebagai motivator pendidikan termuda di Indonesia dan WNI pertama yang meraih IPK 4.0 di Bard High School Early College (BHSEC), New York, Amerika Serikat (AS).

BHSEC sendiri merupakan SMA prestisius di AS. Tak sembarang orang bisa bersekolah di sana. Sekolah yang didirikan pendiri Microsoft, Bill Gates, itu memiliki kriteria yang terbilang ketat. Harta adalah satu dari segelintir orang cerdas yang bisa bersekolah di sana. Ia bahkan bisa lulus lebih cepat selama dua tahun. Normalnya, BHSEC memiliki waktu belajar empat tahun.

Hartadinata Harianto. Foto: Instagram/@hartadinata_harianto

Kisah Harta berkekolah di AS pernah ia tuliskan dalam buku berjudul “Rahasia Belajar Lulusan Terbaik Bard High School’ (2013). Dalam buku setebal 102 halaman itu, Harta banyak bercerita tentang masa kecilnya saat bersekolah di SD Ciputra Surabaya dan cara belajarnya sehingga bisa masuk ke sekolah prestisius itu.

Dalam buku itu pula, Harta mengaku meraih penghargaan Math Academic Excellence di usia 11 tahun. Sementara pada Desember 2011, Harta meraih penghargaan Ambassador’s Awards for Excellence dari Duta Besar Indonesia yang saat itu dijabat oleh Dino Patti Djalal.

Usai merampungkan sekolahnya, Harta melanjutkan studinya ke Stony Brook University, New York. Dalam bukunya itu, ia mengaku terdaftar di dua fakultas sekaligus. Yakni di fakultas finance dan fakultas ekonomi. Harta begitu tertarik dengan ekonomi makro.

“Bagiku, mimpi-mimpi itu bukan sekadar bunga tidur. Mimpi tersebut adalah tujuan yang ingin aku capai,” tulis Harta dalam bukunya.

Selain soal bisnis, Harta rupanya juga tertarik dengan Islam. Meski nonmuslim, Harta kerap datang di pengajian Gus Miftah. Pada milad keenam pesantren Ora Aji pada Oktober 2018 lalu misalnya, Harta jauh-jauh datang dari Australia demi bertemu tokoh NU tersebut.

Ketertarikannya dengan Islam membawanya pada bisnis ekonomi syariah. Pada Senin (9/12) lalu, Stern Resources (SR) Group meluncurkan sebuah sistem pembiayaan bernama Syariah Indonesia (SI) LLC di Pondok Pesantren Nurul Khidmah, Tandes, Surabaya.

Sebelumnya pada 2018 lalu, Stern menunjuk Sinergi Stern Investindo, LLC, sebagai investor di Indonesia yang akan mendanai dan membangun sejumlah proyek pembangunan properti di Indonesia, seperti landed house, highrise building, waterpark, pariwisata edukasi, hotel, rumah sakit dan kawasan.

Artikel Asli