Hartadinata Abadi (HRTA) akan menerbitkan obligasi Rp 600 miliar, berikut jadwalnya

Kontan.co.id Dipublikasikan 03.47, 19/11/2019 • Benedicta Prima

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan manufaktur dan perdagangan perhiasan emas PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) akan segera menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Hartadinata Abadi tahap I Tahun 2019.

Obligasi tersebut bernilai pokok Rp 600 miliar dengan jangka waktu lima tahun. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok. Bunga obligasi dibayarkan setiap kuartalan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi.

Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada 10 Maret 2020, sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo pada tanggal 10 Desember 2024. "Pemesanan pembelian obligasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya Rp 5 juta dan atau kelipatannya," tulis prospektus obligasi HRTA, Selasa (19/11).

*Baca Juga: Pendapatan Hartadinata Abadi (HRTA) naik 15% hingga kuartal III-2018 *

Adapun, jaminan obligasi ini berupa persediaan barang dengan jumlah nilai jaminan sekurang-kurangnya 100% dari nilai pokok obligasi. Obligasi ini mendapatkan peringkat A- oleh Pefindo.

HRTA berencana menggunakan dana yang terhimpun dari penerbitan obligasi ini untuk membayar sebagian saldo utang pokok fasilitas pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Ro 142,5 miliar dan untuk modal kerja anak perusahaan dalam bentuk pinjaman ke PT Gadai Cahaya Dana Abadi sebesar Rp 120 miliar.

"Sisanya akan digunakan untuk meningkatkan utilisasi dari keempat pabrik yang dimiliki perusahaan. Kegiatan ini mencakup pembelian bahan baku, biaya sumber daya manusia, biaya overhead pabrik serta biaya lain yang berhubungan dengan kegiatan usaha Hartadinata," ungkap manajemen HRTA dalam prospektus obligasi yang diterbitkan hari ini, Selasa (19/11).

*Baca Juga: Turunkan target pembukaan gerai, Hartadinata optimistis raih pendapatan Rp 3 triliun *

Jadwal penerbitan obligasi HRTA:

  • Masa penawaran awal: 20-26 November 2019
  • Perkiraan tanggal efektif: 2 Desember 2019
  • Perkiraan masa penawaran umum: 4-5 Desember 2019
  • Perkiraan tanggal penjatahan: 6 Desember 2019
  • Perkiraan tanggal distribusi obligasi secara elektronik: 10 Desember 2019
  • Perkiraan tanggal pengembalian uang pemesanan: 10 Desember 2019
  • Perkiraan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI): 11 Desember 2019
Artikel Asli