Hari Ini, Telkom IndiHome dan Telkomsel Buka Blokir Netflix Bertahap

kumparan Dipublikasikan 06.16, 07/07 • kumparanTECH
Ilustrasi Netflix. Foto: REUTERS/Dado Ruvic

Perusahaan telekomunikasi Telkom Group mulai membuka blokir akses mereka kepada Netflix. Berdasarkan pantauan kumparanTECH, sebagian pengguna IndiHome dan Telkomsel sudah bisa membuka platform video streaming asal AS tersebut pada Selasa, 7 Juli 2020, sekitar pukul 12.30 WIB.

Proses pembukaan blokir Netflix oleh Telkom Group ini tampaknya berlangsung bertahap. Terlihat dari pengakuan pengguna IndiHome dan Telkomsel yang sudah bisa membuka Netflix pada Selasa (7/7) siang ini di media sosial Twitter. Sejumlah karyawan kumparan yang menggunakan Telkomsel dan IndiHome juga mengaku sudah mulai bisa membuka Netflix.

Keputusan ini mengakhiri blokir Telkom Group kepada Netflix yang berlangsung sejak Januari 2016. Kala itu, blokir disebabkan oleh kebijakan konten yang tidak disepakati antara Netflix dan Telkom, termasuk soal take down policy hingga keamanan konten.

Adapun perubahan sikap Telkom hari ini disebabkan oleh perubahan positif yang telah diperlihatkan Netflix terhadap konsumen di Indonesia.

"Sekarang kita melihat Netflix sudah berubah, sudah banyak sekali berubah, parental control-nya lebih baik. Kemudian, Netflix sudah mau bekerja sama dengan produsen-produsen konten lokal. Kemudian, ada take down policy yang jauh lebih baik dibandingkan dulu," kata Setyanto Hantoro, Direktur Utama Telkomsel, pada 11 Juni 2020, dalam sebuah webinar.

Netflix sendiri pernah melakukan take down konten di beberapa negara, karena pemerintah setempat menilai konten itu tidak pantas. Netflix juga memperketat fitur parental control yang membuat akun anak tidak bisa membuka konten dewasa, bahkan orang tua bisa mengunci judul konten yang tidak bisa dibuka oleh akun anak.

Kerja sama Telkom dan Netflix mulai mencuat pada akhir April 2020, setelah Hooq, salah satu layanan streaming video yang didukung Telkom, mengumumkan penutupan layanan selamanya. Hooq sendiri merupakan salah satu pesaing Netflix di kawasan Asia Tenggara. Penutupan layanan Hooq kemudian disusul oleh akuisisi iFlix, yang juga merupakan mitra Telkom, oleh raksasa teknologi China Tencent baru-baru ini.

Logo Telkom Indonesia. Foto: REUTERS/Beawiharta

Menurut pengamat telekomunikasi Heru Sutadi, keputusan Telkom untuk membuka blokir Netflix memang masuk akal. Sebab, Netflix telah menjadi alat kompetisi operator untuk bersaing.

“Tampaknya Telkom harus ‘menyerah’ mengikuti apa yang dilakukan operator lain dengan membuka Netflix,” kata Heru kepada kumparanTECH.

Heru menambahkan, kebijakan pemerintah dalam mengeluarkan aturan perpajakan bagi perusahaan over-the-top (OTT) yang berlaku sejak 1 Juli 2020 juga mendorong ketersediaan Telkom untuk berbincang secara serius dengan Netflix. Sebelumnya, perusahaan OTT yang beroperasi di luar negeri seperti Netflix, dinilai belum sepenuhnya patuh dengan aturan pajak di Indonesia sehingga dianggap merugikan negara.

Namun, sejauh ini Telkomsel atau Telkom selaku penyedia jasa internet, belum memberi paket khusus untuk pelanggannya dalam menikmati konten Netflix. Berbeda dengan iFlix atau Viu yang telah dibundel dalam beberapa paket internet Telkomsel atau IndiHome.

Artikel Asli