Harga emas jatuh, meninggalkan level US$ 2.000

Kontan.co.id Dipublikasikan 07.53, 11/08 • SS. Kurniawan

KONTAN.CO.ID -  Harga emas jatuh pada Selasa (11/8), meninggalkan area US$ 2.000. Sebab, dollar AS yang semakin menguat mendorong beberapa investor untuk mengunci keuntungan dalam emas yang telah melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa.

Melansir Bloomberg, harga emas spot turun 1,6% menjadi US$ 1.994,97 per ons trol pada pukul 14.26 WIB, semakin menjauh dari rekor tertinggi US$ 2.072,50 yang terukir pada minggu lalu. Sedang harga eemas berjangka AS turun 1,58% ke posisi S$$ 2.007,5.

"Dollar yang lebih kuat dan sentimen risiko yang menguntungkan membebani emas. Harga emas sedang mengalami periode konsolidasi, setelah naik lebih dari 14% dalam tiga minggu," kata Strategist DailyFx Margaret Yang kepada Reuters.

Dollar AS menahan kenaikan semalam karena investor bergantung pada harapan kesepakatan stimulus di Washington dan imbal hasil obligasi negeri uak Sam rebound dari posisi terendah multi-bulan.

Baca Juga: Melanjutkan penurunan, harga emas semakin menjauh dari rekor tertinggi

Bursa saham Asia, sementara itu, mengabaikan gejolak terbaru antara Washington dan Beijing.

China pada Senin (10/8) memberlakukan sanksi terhadap 11 warga AS, termasuk anggota parlemen dari Partai Republik, pendukung Presiden Donald Trump, setelah sanksi Washington atas pejabat Hong Kong dan China pekan lalu.

Analis mengatakan, daya tarik emas secara keseluruhan utuh, dengan harga naik lebih dari 33% sepanjang tahun ini.

"Perdagangan emas menarik banyak uang dengan cepat minggu lalu, dan saya yakin penghapusan spekulatif posisi panjang menetapkan emas untuk reli yang lebih seimbang ke depan," kata Jeffrey Halley, Analis Pasar Senior di OANDA, ke Reuters.

Logam mulia telah menjadi salah satu keuntungan paling konsisten selama enam bulan gejolak yang disebabkan oleh pandemi virus corona baru di pasar keuangan. 

Baca Juga: Harga emas 24 karat Antam hari ini naik Rp 2.000 per gram, Selasa 11 Agustus 2020

Hraga emas melonjak akibat membanjirnya modal ke dalam ekonomi dunia dan investor mencari lokasi yang relatif aman untuk memarkir uang dengan suku bunga mendekati nol.

"Harga emas mungkin menembus support di US$ 2.017 dan jatuh ke bawah US$ 2.000 per ons troi," ujar Analis Teknikal Reuters Wang Tao.

Artikel Asli