Harga 'Gelap' Harley Dirut Garuda, 'Nego' Sampai Rp1 miliar

CNN Indonesia Dipublikasikan 07.04, 06/12/2019 • CNN Indonesia

Harley-Davidson bekas selundupan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra (Ari Ashkara) tergolong simpanan kolektor dan punya harga 'gelap' jika dijual di Indonesia.

Ari diketahui mencoba membawa masuk ke Indonesia satu unit Harley-Davidson FLH Electra Glide Shovelhead produksi 1970-an dalam bentuk terurai di kabin pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 pada 17 November 2019.

Menurut keterangan Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta Sahat Manalu model itu termasuk yang digemari kolektor. Di negara asalnya, Amerika Serikat, Sahat mengatakan jenis seperti itu biasa diperjual-belikan dalam acara kumpul alias kopi darat pengguna Harley-Davidson.

"Tapi itu nego, dan sebaiknya kalau kolektor jangan beli lebih dari 15 ribu dolar lah [Rp210 jutaan]," kata Sahat saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui telepon, Jumat (6/12).

Sahat juga menjelaskan nilai FLH Electra Glide Shovelhead yang sudah dirakit bila dijual di Indonesia bisa naik tinggi dibanding harga beli. Dia sulit mengungkap berapa angka peningkatannya sebab dikatakan tidak ada patokan pasti dan tergantung kesepakatan penjualan dan pembeli, namun diprediksi bisa dijual antara Rp300 juta - Rp1 miliar.

"Tapi pas masuk Indonesia misal kami punya ya bisa segitu, harganya langsung gelap," katanya.

Salah satu pengguna Harley-Davidson, Ferdo Raturandang, turut mengamini pernyataan Sahat. Divisi Humas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) ini menyebut harga Harley-Davidson klasik tidak bisa diterka.

Pada konferensi pers terkait penyelundupan FLH Electra Glide Shovelhead di Jakarta, Kamis (5/12), Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan kerugian negara atas hal ini antara Rp532 juta - Rp1,5 miliar.

Sri Mulyani menjelasakan perkiraan nilai motor ini di pasaran antara Rp200 juta - Rp800 juta.

Artikel Asli