Harga Emas Anjlok, Investor Berpaling ke Pasar Saham

Bisnis.com Dipublikasikan 03.33, 12/08 • Dwi Nicken Tari
Karyawati menunjukkan replika logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (6/8/2020). Bisnis/Arief Hermawan P
Harga emas spot turun 1,18 persen menjadi US$1.889 per ons troi. Selanjutnya, harga emas berjangka Comex kontrak pengiriman Desember 2020 merosot 2,47 persen menjadi US$1.898 per ons troi.

Bisnis.com, JAKARTA — Sentimen penemuan vaksin Covid-19 oleh Rusia menekan harga emas kembali ke bawah level US$2.000 per ons troi. Investor tampaknya mengambil untung dari kenaikan harga emas untuk bersiap masuk ke pasar saham.

Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (12/8/2020) pukul 10.09 WIB, harga logam mulia beserta komoditas turunannya terpantau melemah. Harga emas spot turun 1,18 persen menjadi US$1.889 per ons troi. Selanjutnya, harga emas berjangka Comex kontrak pengiriman Desember 2020 merosot 2,47 persen menjadi US$1.898 per ons troi.

Harga komoditas turunan emas seperti platinum juga melemah 0,93 persen menjadi US$922,55 per ons troi dan harga perak berjangka Comex kontrak pengiriman September 2020 anjlok 7,71 persen ke level US$24,04 per ons troi.

Depresiasi harga emas pada hari ini melanjutkan tren penurunan yang terjadi sejak Selasa (11/8/2020). Harga logam aset safe haven telah anjlok lebih dari 5 persen pada awal pekan ini seiring dengan yield obligasi di AS yang kian meningkat melebihi 10 bps.

Tidak hanya itu, aliran modal keluar dari produk ETF (exchange-traded fund) dengan aset emas juga terus terjadi setelah logam kuning memasuki teritori jenuh beli selama 15 hari terakhir.

Senior Resource Analyst MineLife Pty. Gavin Wendt menyampaikan ketika harga emas menyentuh US$2.000 telah banyak investor yang melakukan aksi ambil untung (profit taking).

“Kemudian muncul berita tadi malam mengenai vaksin Covid-19 di Rusia, investor langsung menjual emas dan bersiap masuk ke saham. Ini permainan berisiko tinggi,” kata Wendt seperti dikutip Bloomberg, Rabu (12/8/2020).

Penguatan harga emas menuju level tertingginya sepanjang sejarah pada tahun ini merupakan tantangan sekaligus hadiah bagi para penimbun emas.

Logam mulia disebut menjadi aset paling aman ketika pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia yang dikhawatirkan dapat menekan pertumbuhan ekonomi global.

Untuk menahan dampak negatif pandemi tersebut, bank sentral dan pemerintah pun berlomba-lomba memberikan stimulus terhadap perekonomian.

Namun, pada awal pekan ini Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa negaranya telah menemukan vaksin Covid-19 pertama di dunia dan akan memproduksi untuk massal. Hal itu langsung merusak selera investor yang tengah menggandrungi emas.

Pendiri DoubleLine Capital LP Jeffrey Gundlach tetap memperkirakan emas bisa diperdagangkan pada level tertingginya walaupun ada beberapa sentimen pemulihan ekonomi tersebut. Bahkan, Bank of America Corp. menilai harga emas dapat melaju hingga ke level US$3.000 per ons troi.

Artikel Asli