Hanya 6 Hari, Target Wuhan Bangun Rumah Sakit Corona

Kompas.com Dipublikasikan 06.13, 24/01/2020 • Hilda B Alexander
ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF
Petugas memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (22/1/2020). Alat pemindai suhu tubuh tersebut dipasang Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar sebagai upaya pengawasan dan antisipasi penyebaran Virus Corona yang mewabah dari Wuhan, China.

KOMPAS.com - Pemerintah China berencana membangun kompleks rumah sakit khusus untuk pasien terpapar virus corona.

Melansir Global Times, rumah sakit ini mirip dengan Xiaotangshan yang dibangun pada 2003 lalu.

Xiaotangshan difungsikan sebagai pusat medis di pinggiran utara Beijing untuk merawat pasien yang terpapar virus severe acute respiratory syndrome (SARS).

Saat itu, rumah sakit khusus SARS berhasil dibangun dalam waktu tujuh hari dengan kapasitas 1.000 tempat tidur.

Baca juga: Gedung Rumah Sakit Indonesia Masuk Nominasi World Architecture Festival 2019

Sementara, konstruksi kompleks rumah sakit pasien Corona ini rencananya akan dimulai di Wuhan, sebagai tempat virus corona berasal.

Pemerintah menargetkan pembangunan kompleks rumah sakit khusus Corona ini selesai dalam waktu hanya enam hari.

Media lokal Jiemian melaporkan, Pemerintah Wuhan, sebuah kota besar di tepi Sungai Yangtze dengan populasi 11 juta, telah memerintahkan perusahaan konstruksi milik pelat merah untuk merancang dan membangun fasilitas darurat di Distrik Caidian.

Luas area yang dimanfaatkan untuk membangun kompleks kesehatan ini sekitar 6 hektar.

Laporan itu menyebut bahwa tugas mendesak telah diberikan kepada Biro Teknik Ketiga Konstruksi China, yang para karyawannya diharapkan akan selesai merancang rumah sakit Sabtu (25/1/2020) besok.

Pembangunan kompleks rumah sakit khusus pasien Corona ini mendesak dilakukan seiring jumlah pasien demam mengalami lonjakan tajam.

Sedangkan rumah sakit yang ada, dipenuhi antrean panjang dan kekurangan tempat tidur.

Penulis: Hilda B AlexanderEditor: Hilda B Alexander

Artikel Asli