Hanung Bramantyo: Jantung Saya Terasa Ketusuk Dengar Djaduk Ferianto Meninggal

Kompas.com Dipublikasikan 02.19, 13/11/2019 • Baharudin Al Farisi
KOMPAS.com/IKA FITRIANA
Musikus Djaduk Ferianto di Prambanan Jazz Festival 2018, Minggu (19/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini, Rabu (13/11/2019), sutradara Hanung Bramantyo merasa jantungnya seperti tertusuk mendengar kabar musikus dan aktor, Djaduk Ferianto, meninggal dunia.

Perasaannya itu ia tuliskan dalam akun Instagram-nya, @hanungbramantyo.

Baca juga: Jenazah Djaduk Ferianto Akan Disemayamkan di Padepokan Bagong Kussudiardja

"Pagi ini jantung saya terasa ketusuk mendengar kabar mas Jadug sudah ‘pulang’. Mata ini tak terasa basah. Mengingat seluruh kenangan dengan beliaunya," tulis Hanung seperti dikutip Kompas.com, Rabu pagi.

Ia pun mengenang kenangan awal mengarungi dunia film.

Saat itu, pada 1996, Hanung ditelpon seniman asal Yogyakarta Djaduk Ferianto untuk menyambangi rumahnya.

Baca juga: Djaduk Ferianto Merasa Kesemutan di Tubuh Sebelum Meninggal Dunia

"Kata beliau ke saya, ‘Pak Teguh Karya (sutradara) berpesan, kalau mau belajar jadi sutradara, datang sendiri ke Kebon Pala atau kalau perlu, saya yang antar'," tulis Hanung.

Mendengar pesan itu, Hanung yang masih polos langsung bergegas pergi ke sanggar teater popular, Jakarta Pusat.

"Saya sama sekali tidak membayangkan perjalanan tersebut akan membawa saya mengarungi dunia film sampai hari ini. Salah satu yang membawa saya masuk adalah mas Djadug," tulis Hanung mengenang masa lalu.

Baca juga: Djaduk Ferianto Meninggal, Andien: Indonesia Kehilangan Pahlawan Seni

"Sing penting fokus, Le. Disiplin lan tatag (teguh/konsisten). Jakarta ki ombo tur kejem, bedo ro Jogja!" begitu pesan Djaduk ke Hanung kala itu.

Sampai Gamplong Studio Alam Selman (milik Hanung) resmi diresmikan Presiden Jokowi, Djaduk pun hadir dan Hanung mengingat omongan Djaduk kala itu.

"Mas Jadug hadir. Turut menyaksikan sampai dimana langkah saya menapak. Beliau cuma bilang : ‘elok tenan koe, bung!’ Cukup satu kata, tapi punya arti luar biasa buat saya," tulis Hanung.

Baca juga: Djaduk Ferianto Meninggal Dunia, Ngayogjazz 2019 Jalan Terus?

Kalimat yang disampaikan Djaduk tersebut, bagi sutradara film Ayat-Ayat Cinta itu, adalah kata-kata terakhir yang didengarnya dari sang legenda.

"Rupanya kata itu, kata terakhir beliau (Djaduk)," tulis Hanung.

"Selamat jalan mas Jadug. Kangmas dan guruku. Selamat bertemu ayahanda Romo Bagong Kusudiarjo di Surga. ‘Aku ra bakal lali ro omonganmu," tutup Hanung.

Baca juga: Hanung Bramantyo: Saat Itu Bukan Cuma Rumah Tangga yang Kuruntuhkan

Penulis: Baharudin Al FarisiEditor: Andi Muttya Keteng Pangerang

Artikel Asli