Hancur, Pria Ini Alami Kerugian Besar Setelah Cuci Uang Menggunakan Mesin Cuci, Ini Jumlahnya

Tribun Style Dipublikasikan 06.12, 03/08 • Nafis Abdulhakim
Ilustrasi mesin cuci dan uang rusak

TRIBUNSTYLE.COM - Hal tak lazim dilakukan seseorang asal Korea Selatan hingga dirinya mengalami kerugian yang besar.

Demi menjaga kebersihan uang yang dimilikinya, pria ini mencuci uang kertasnya menggunakan mesin cuci.

Bukannya bersih, uang kertas yang terlihat banyak ini malah hancur.

Melansir AP News via World of Buzz, Sabtu (1/8/2020), mengetahui uangnya yang rusak, ia lantas berinisiatif untuk menukarkannya ke bank di Korea Selatan.

Uang yang dicuci menggunakan mesin cuci (AP via World of Buzz)

Namun, pihak bank menolak menukar semua uang rusak tersebut.

Pria yang tak disebutkan identitasnya ini memasukkan uang kertas pecahan 50.000 won atau setara dengan Rp 615.580 rupiah dalam jumlah banyak ke mesin cuci pada awal tahun ini.

Tak semuanya hancur, Bank Korea mau menukar sebagian uang kertas dengan yang baru.

Bank Korea tersebut menukar senilai 23 juta won atau setara dengan Rp 281,3 juta dengan uang kertas baru.

Melihat jumlah kerusakan yang begitu banyak, lantas berapa jumlah keseluruhan uang kertas yang dimasukkan pria tersebut ke dalam mesin cuci?

Seo Jee Woun, pejabat bank yang mengatasi kasus ini mengatakan, Bank Korea menukar 507 uang kertas pecahan 50.000 won.

Ilustrasi mesin cuci (telegraph.co.uk)

Setengah dari jumlah tersebut rusak parah dan tidak bisa ditukar.

Jee Woun juga mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara pasti kerugian yang ditanggung pria tersebut.

Ini dikarenakan pejabat bank tidak menghitung jumlah tagihan yang tidak dapat ditukar terkendala kondisi yang rusak parah.

Bank Korea (Asia Nikkei via World of Buzz)

Namun, pria tersebut mengatakan kerugian yang dideritanya terhitung cukup besar.

Hal yang menjadi penyesalan, uang tersebut merupakan uang belasungkawa dari kerabatnya selama pemakaman keluarga.

Segera Tukarkan, Berikut Daftar Pecahan uang Rupiah yang Tak Lagi Berlaku Mulai Tahun Depan

Dikutip dari situs resmi Bank Indonesia, 24 mata uang ini akan segera ditarik dari peredaran sehingga tak lagi bisa digunakan untuk transaksi jual beli.

Kebanyakan, mata uang yang ditarik dari peredaran merupakan terbitan tahun emisi 1960-an hingga 1980-an.

Sebanyak 6 mata uang kertas akan habis masa penukarannya pada 31 Desember 2020.

Selain itu, satu mata uang logam akan habis masa penukarannya pada 30 Agustus 2020.

Ilustrasi Mata uang rupiah Indonesia (TribunStyle.com/ Agung Budi Santoso)

Untuk itu, bagi Anda yang memiliki mata uang yang segera tak berlaku ini, diharap bisa menukarkan ke bank sebelum batas akhir penukaran.

Lantas apa saja ke-24 mata uang Rupiah yang dimaksud?

Berikut daftarnya:

Uang Kertas Batas Penukaran 31 Desember 2020

1. Rp 500/TE 1968 - Sudirman

​2. Rp 100/TE 1968 - Sudirman

3. Rp 5.000/TE 1975 (bergambar nelayan dan kapal)

4. Rp 1.000/TE 1975 (bergambar Pangeran Diponegoro)

5. Rp 500/TE 1977 (bergambar Rachmi Rahim/istri Bung Hatta)

6. Rp 100/TE 1977 (bergambar badak)

Uang Kertas Batas Penukaran 30 April 2025

7. Rp 10.000/TE 1979 (bergambar gamelan)

8. Rp 5.000/TE 1980 (bergambar pengasah intan)

9. Rp 1.000/TE 1980 (bergambar Dr Sutomo)

10. Rp 500/TE 1982 (bergambar Rafflesia Arnoldi)

Uang Kertas Batas Penukaran 24 September 2028

11. Rp 100/TE 1984 (bergambar burung Goura Victoria)

12. Rp 10.000/TE 1985 (bergambar Kartini)

13. Rp 5.000/TE 1986 (bergambar Tengku Umar)

14. Rp 1.000/TE 1987 (bergambar Sisingamangaraja)

15. Rp 500/TE 1988​ (bergambar Rusa)

Uang Kertas Batas Penukaran 14 November 2029

16. Rp 0,05/TE 1964 - Dwikora

17. Rp 0,10/TE 1964 - Dwikora

18. Rp 0,25/TE 1964 - Dwikora

19. Rp 0,50/TE 1964 - Dwikora

Uang Logam Batas Penukaran 30 Agustus 2020

1. Rp 25/TE 1991

Uang Logam Batas Penukaran 14 November 2029

1. Rp 2/TE 1970

2. Rp 10/TE 1971

3. Rp 10/TE 1974

4. Rp 10/TE 1979

(TribunStyle.com/Nafis/Galuh)

Artikel Asli