Hamil Tanpa Gejala, Normal atau Bahaya?

SehatQ Dipublikasikan 08.15, 07/08 • Azelia Trifiana
Hamil Tanpa Gejala, Normal atau Bahaya?
Beberapa ibu hamil tidak mengalami gejala hamil dan muntah

Ketika sebagian besar ibu hamil, terutama di trimester pertama diwarnai mual, muntah, tak nafsu makan, dan sederet keluhan lainnya, ada saja ibu hamil yang cukup “beruntung” tak merasakan apapun. Contoh hamil tanpa gejala adalah tidak merasakan perubahan fisik hingga sama sekali tak merasakan mual dan muntah.

Seringkali, ibu hamil justru merasa risau dengan kehamilan tanpa gejala yang dialaminya. Apakah dengan kondisi yang biasa-biasa saja, janin di dalam kandungan tetap berkembang dengan baik? Apakah ini berarti kehamilannya tidak normal? Sederet pertanyaan lain akan muncul di benak perempuan yang hamil tanpa gejala.

Contoh hamil tanpa gejala

Ada beberapa indikator yang membuat calon ibu merasa risau mengapa tidak merasakan gejala kehamilan seperti ibu hamil yang lain. Jangankan merasakan perbedaan ukuran perut ibu hamil, hal-hal lain juga banyak menjadi contoh hamil tanpa gejala, seperti:

  • Tidak merasakan haid terlambat (karena siklus cenderung tidak teratur)
  • Tidak mual dan muntah
  • Tidak merasakan perubahan pada payudara
  • Tidak merasakan perubahan hormon
  • Frekuensi buang air kecil tidak bertambah
  • Tidak merasakan konstipasi

Banyak lagi indikator atau contoh hamil tanpa gejala yang bisa dirunut lebih panjang dari daftar di atas. Ada banyak faktor yang berpengaruh. Bahkan, kehamilan pertama dan berikutnya pada orang yang sama saja bisa terasa berbeda signifikan.

Satu hal yang pasti, Anda tidak sendiri. Ada banyak orang yang juga merasakan hamil tanpa gejala. Fase ini pun hanya berlangsung sementara. Ketika memasuki trimester kedua atau ketiga, bentuk tubuh pasti mengalami perubahan dan pada akhirnya sang calon ibu akan merasa benar-benar hamil.

Pastikan lewat pemeriksaan USG

Ketimbang menghabiskan waktu untuk menebak-nebak mengapa kehamilan tidak menimbulkan gejala apapun, lebih baik mencari tahu lewat manfaat USG. Periksakan kehamilan dengan dokter spesialis kandungan, terutama ketika memasuki minggu ke-9 dan seterusnya.

Umumnya, ketika memasuki usia kehamilan ini, detak jantung janin sudah bisa terdengar. Ini bisa memastikan apakah seseorang benar-benar hamil sekaligus menentukan kapan estimasi hari perkiraan lahirnya.

Tidak ada definisi baku gejala hamil yang “normal” ketika membandingkan antara satu orang dan lainnya. Pun ketika usia kehamilan sama, gejala yang dirasakan di tiap trimesternya bisa berbeda.

Mungkinkah tanda-tanda keguguran?

Wajar jika ibu hamil yang tidak merasakan gejala apapun menerka-nerka apakah janin dalam kandungannya benar-benar tumbuh? Pikiran bahwa hamil tanpa gejala berarti keguguran tentu pernah terlintas. Meskipun contoh hamil tanpa gejala bukan hal yang asing, risiko keguguran juga bisa terjadi.

Selain pemeriksaan langsung dengan dokter spesialis, beberapa hal ini dapat menjadi indikator apakah janin tumbuh sehat atau tidak:

  • Gerakan janin

Ketika memasuki trimester dua bahkan tiga, idealnya gerakan janin menjadi semakin aktif dari hari ke hari. Itulah mengapa saat memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya diminta mencatat pergerakan janin setiap harinya. Apabila dalam 10 jam gerakan janin kurang dari 10 kali, segera konsultasikan dengan dokter.

Perhitungkan pula faktor lain seperti usia kehamilan. Biasanya, gerakan janin mulai terasa ketika memasuki minggu ke-16. Orang yang mengandung untuk kali kedua dan seterusnya juga cenderung lebih sensitif merasakan gerakan janin.

  • Gejala kehamilan menghilang

Berbeda dengan hamil tanpa gejala, perhatikan pula apabila gejala-gejala kehamilan tiba-tiba menghilang. Ini bisa terjadi sejak trimester pertama. Jika terjadi, segera sampaikan kepada dokter. Gejala kehamilan yang tiba-tiba berhenti atau hilang bisa menjadi indikasi keguguran.

Catatan dari SehatQ

Bagi sebagian orang, kehamilan bisa terasa benar-benar menantang dengan seluruh perubahan dan gejala yang dirasakan. Namun ada pula calon ibu yang tidak merasakan gejala apapun terlebih saat trimester pertama.

Tak perlu membandingkan, karena kehamilan berbeda antara satu orang dan lainnya. Setiap kali ada keraguan, memeriksakan diri lewat USG dan konsultasi dengan dokter spesialis kandungan akan memberi jawaban yang paling akurat. Tak perlu menebak-nebak yang justru rentan menyebabkan stres dan membuat janin dalam kandungan merasakan dampaknya.

Artikel Asli