Hadapi Ganda Terbaik Dunia, Praveen/Melati Harus Dongkrak Daya Juang

kumparan Dipublikasikan 07.30, 18/10/2019 • Aditia Rizki Nugraha
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti,. Foto: Dok. PBSI

Jalan terjal menanti Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di Denmark Open 2019. Pada babak perempat final yang bakal dihelat Jumat (18/10/2019) malam WIB, mereka ditantang ganda campuran nomor satu dunia, Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

Bukan cuma status unggulan pertama yang bikin pasangan asal China tersebut berpotensi menjadi batu sandungan Praveen/Melati. Adalah keunggulan head-to-head 6-0 yang dimiliki Zheng/Huang sebagai aspek lain.

Bahkan, pada dua pertemuan terakhir di Korea Terbuka 2019 dan Singapura Terbuka 2019, Praveen/Melati menelan kekalahan straight game. Praveen tentu saja sangat menyadari catatan di atas kertas ini.

Selain mengaktifkan mode waspada, ia menyebut daya juang yang dimilikinya dan Melati saat pertandingan harus lebih besar. Jika ini benar dilakukan, mereka punya potensi menyulitkan Zheng/Huang seperti di All England 2019 di mana Praveen/Melati kalah 21-13, 20-22, 13-21.

“Lawan besok pemain nomor satu dunia. Kami juga sudah pernah ketemu. (Di pertandingan) nanti harus lebih waspada saja. Kemarin terakhir di Korea Terbuka kami kalah straight game karena kurang melawan. Nanti harus lebih fight dan mau melakukan yang terbaik terus,” kata Praveen.

Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti . Foto: Dok. PBSI

Lebih awas terhadap permainan lawan memang wajib ditingkatkan ganda campuran nomor tujuh dunia ini. Laga tiga gim dengan Lu Kai/Chen Lu di babak 16 besar sebagai acuannya. Praveen/Melati kehilangan gim pertama 18-21, sebelum bangkit dengan merebut dua gim selanjutnya lewat skor 21-15 dan 21-13.

“Kami sama-sama belum mengerti permainan satu sama lain. Hanya mempelajari dari video pertandingan. Di gim pertama kami kalah start sampai 0-6. Itu 'kan sebenarnya enggak boleh, ya. Harusnya kami bisa lebih cepat masuk ke permainan lagi. Kami enggak bisa asal-asalan dan meremehkan lawan,” tutur Praveen.

Praveen/Melati sendiri kini menjadi satu-satunya ujung tombak ganda campuran Indonesia di Denmark Open 2019. Kelolosan mereka ke perempat final tidak diikuti Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang ditekuk wakil China, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping.

Artikel Asli