[HOAKS] Minum Air dari Cangkir Tembaga Bermanfaat bagi Kesehatan

Kompas.com Dipublikasikan 14.10, 21/11 • Gloria Natalia Dolorosa
KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMO
Ilustrasi hoaks.

KOMPAS.com - Tersiar informasi di media sosial bahwa minum dari cangkir tembaga mendatangkan sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh.

Manfaat kesehatan yang dimaksud antara lain membunuh bakteri dan mengatur kerja kelenjar tiroid.

Namun, sejumlah ahli kesehatan mengatakan tidak ada bukti untuk mendukung klaim tersebut.

Narasi yang Beredar

Akun Facebook Ras Fyah Hiyah Mucci pada 3 November 2020 mengedarkan informasi mengenai manfaat minum air dari cangkir tembaga.

Manfaat yang bisa diperoleh yakni menstimulasi otak, membunuh bakteri, mengatur kerja kelenjar tiroid, serta memproduksi melanin dan memecahkan masalah kulit.

Narasi tersebut beredar pernah beredar beberapa bulan silam. Akun Facebook Yakub Alkebulan pada 26 April 2020 mengunggah narasi tersebut dengan lebih banyak manfaat.

Berikut isi lengkap statusnya dalam bahasa Indonesia:

"Minum air dari cangkir tembaga membantu …
• membunuh bakteri
• merangsang otak
• mengatur fungsi kelenjar tiroid
• meredakan nyeri artritis
• meningkatkan kesehatan kulit
• memperlambat penuaan
• memperbaiki pencernaan
• menghilangkan anemia
• menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung"

Statusnya sudah dibagikan 19 kali. Akun A_healthy_hacks juga melayangkan narasi yang sama pada 22 September 2020.

Penjelasan

Dikutip dari Healthline, tembaga adalah mineral yang harus dimiliki tubuh untuk menjalankan sejumlah fungsi. Namun, tubuh hanya membutuhkan sedikit logam berat ini.

Tembaga berperan penting dalam beberapa fungsi, antara lain produksi sel darah merah, mengatur detak jantung dan tekanan darah, serta mengaktivasi sistem kekebalan.

Untuk mendapat sejumlah tembaga, disarankan mengonsumsi kentang, kacang polong, sayuran hijau, biji-bijian, selai kacang, dan cokelat hitam.

Kekurangan tembaga kemungkinan dapat mengakibatkan tremor, kesemutan, gaya berjalan tidak stabil, mati rasa, kelelahan, anemia, dan kehilangan penglihatan.

Ahli toksikologi di Universitas Adelaide Dr John Musgrave mengatakan, sementara tembaga memang memiliki sifat antimikroba untuk patogen yang ditularkan melalui air, perlu cukup ion tembaga di dalam air agar proses tersebut dapat bekerja dan proses itu membutuhkan waktu.

"Pot tembaga untuk menyimpan air telah terbukti dapat membunuh bakteri. Tetapi sekali lagi Anda harus membiarkannya di sana selama beberapa waktu. Tidak hanya menuangkannya ke dalam cangkir, meminumnya, dan semuanya baik-baik saja," katanya dilansir dari AFP, 30 Oktober 2020.

Dr Musgrave juga mengatakan hubungan antara tembaga dan nyeri artritis yang menenangkan terbukti tidak benar.

"Ini telah dipelajari beberapa kali dan tembaga tidak bermanfaat untuk arthritis," ujarnya.

Selain itu, tidak ada bukti bahwa minum dari cangkir tembaga dapat merangsang otak, mengatur fungsi kelenjar tiroid, meningkatkan kesehatan kulit, dan memperlambat penuaan. Juga tidak bukti untuk memperbaiki pencernaan, menghilangkan anemia, atau menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung.

"Tembaga sangat penting untuk sistem biologis kita. Namun, jika Anda sudah memenuhi kebutuhan akan tembaga, menambahkan lebih banyak tembaga tidak akan menghasilkan apa-apa. Anda bisa mendapatkan tembaga dari sumber yang jauh lebih enak daripada meminum air dari cangkir tembaga," ujar Musgrave.

Associate Professor Biokimia University of Otago, Robin Fulton, mengatakan meski tembaga berperan dalam fungsi biologis kritis, ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa orang tidak membutuhkan suplemen tembaga atau minum dari cangkir tembaga untuk mendukung fungsi tersebut.

"Kebanyakan orang mendapatkan cukup tembaga melalui makanan. Selama tidak ada gizi buruk, atau seseorang tidak memiliki faktor risiko yang membatasi penyerapan nutrisi secara umum, maka tubuh mampu mengatur jumlah tembaga yang dijaga," katanya.

Sementara itu, dilansir dari AAP, Profesor Ashley Bush, ahli saraf dan direktur Pusat Penelitian Demensia Melbourne, mengatakan bahwa manfaat tembaga yang dinarasikan di media sosial itu menyesatkan.

Sebab, orang hanya butuh sedikit tembaga dalam makanan mereka setiap hari dan kekurangannya jarang terjadi.

"Ini penting, tetapi lebih banyak tidak lebih baik," ucapnya.

Penelitian Profesor Bush fokus pada peran biologi logam pada penyakit neurodegeneratif otak. Dia menegaskan, minum air dari cangkir tembaga tidak berbahaya, tetapi tidak ada manfaatnya.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta Kompas.com, minum air dari cangkir tembaga dapat mendatangkan sejumlah manfaat kesehatan tidak benar.

Penulis: Gloria Natalia DolorosaEditor: Gloria Natalia Dolorosa

Artikel Asli