Gugus Tugas Soal 19 Karyawan Unilever Positif Corona: Tak Ada Kontaminasi Produk

kumparan Dipublikasikan 14.27, 02/07 • kumparanNEWS
Unilever Foto: Wikimedia Commons

Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bekasi meminta masyarakat agar tidak panik terhadap kabar adanya 19 karyawan Unilever di Cikarang yang positif corona. Mereka memastikan hingga saat ini belum ada kontaminasi penyakit terhadap produk unilever.

"Tidak perlu khawatir mengenai kontaminasi produk,  karena sejauh ini belum ada bukti transmisi penyakit melalui barang konsumen dan atau produk sehari-hari baik selama wabah ini atau wabah yang serupa sebelumnya (misalnya SARS)," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Dokter Alamsyah, dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, Kamis (2/7).

Alamsyah mengatakan, Tim Gugus Tugas dan Pengelola Kawasan Industri Jababeka telah melakukan kunjungan ke lokasi dan berkoordinasi langsung dengan manajemen setempat. Mereka mengapresiasi langkah Unilever Indonesia yang telah melapor kepada Gugus Tugas, sehingga tim dapat dengan sigap melakukan pengecekan.

"Keterbukaan dan kecepatan penanganan menjadi faktor yang penting dalam usaha bersama untuk memitigasi dan mengambil langkah-langkah ke depannya sehingga penyebaran dapat kita putus," ucapnya.

Berdasarkan tinjauan Tim Gugus Tugas, Unilever memiliki beberapa pabrik di kompleks Cikarang, setiap gedungnya memiliki protokol pemisahan zona kerja dan area produksi yang ketat. Sehingga dengan adanya kasus ini maka hanya satu area saja yang perlu untuk ditutup untuk sementara, yakni di gedung TBB.

Gedung tersebut merupakan lokasi karyawan yang positif corona bekerja, khususnya di bagian engineering. Gedung TBB merupakan satu bagian dari kompleks pabrik PT Unilever Indonesia Tbk di Cikarang, di dalam kompleks tersebut terdapat beberapa gedung dengan protokol pemisahan zona kerja dan area produksi yang ketat.

Karyawan hanya diperbolehkan bekerja di zona masing-masing, dan tidak dapat melintas zona kerja dan area produksi untuk alasan apa pun.

Setelah adanya temuan karyawan yang positif corona, pihak PT Unilever Indonesia juga segera menghubungi dan mengirimkan laporan resmi mengenai situasi tersebut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, melakukancontact tracing, dan mewajibkan PCR test bagi keseluruhan karyawan gedung TBB sebanyak 200 orang.

Sementara itu, Sancoyo Antarikso, Direktur Corporate Affairs dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk, mengatakan pihaknya akan terus memastikan bahwa semua standar keselamatan dan kesehatan kerja di pabrik terpenuhi sebelum mereka kembali beroperasional normal.

"Kami memahami bahwa produk kami merupakan bagian penting dalam keseharian konsumen, oleh karena itu perlu kami sampaikan bahwa hal ini tidak akan mempengaruhi pasokan kepada konsumen. Stok yang ada di gudang kami maupun di gudang distributor dan pelanggan masih mencukupi," katanya.

Menurut Sancoyo, langkah-langkah yang sudah diterapkan Unilever saat ini di gedung TBB pabrik Cikarang, adalah protokol keamanan untuk seluruh fasilitas operasional Unilever di seluruh Indonesia. Di antaranya, pemberlakukan larangan perjalanan, pengaturan kerja dari rumah untuk karyawan yang bekerja di kantor (office-based), tim dokter perusahaan yang siaga membantu karyawan di daerah masing-masing, serta pemantauan kesehatan yang dilakukan setiap hari dengan standar pengawasan dan prosedur tindak lanjut yang ketat.

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

Artikel Asli