Gubernur Jabar Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Covid-19 di Secapa AD

Jawapos Diupdate 08.05, 10/07 • Dipublikasikan 15.05, 10/07 • Latu Ratri Mubyarsah
Gubernur Jabar Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Covid-19 di Secapa AD

JawaPos.com– Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto  mengatakan bahwa total ada 1.262 kasus positif Covid-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat di Provinsi Jawa Barat. Karena itu, Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil meminta maaf soal kasus penyebaran Covid-19 di Secapa AD, Hegarmanah, Kota Bandung. Secapa AD menjadi sumber lonjakan kasus penularan virus korona tipe baru.

”Kami mohon maaf jika kejadian ini menjadi sumber dari lonjakan yang luar biasa,” kata Ridwan seperti dilansir dari Antara di Kota Bandung pada Jumat (10/7).

Gubernur Jawa Barat menyebut, kasus penularan Covid-19 di Secapa AD sebagai kejadian yang luar biasa dan sebuah anomali. ”Yang kami sebut anomali, bukan sebuah pola yang kita petakan secara rutin, sehingga karena bukan pola setelah dilaporkan, pasti kasus-kasus besok akan kembali ke yang lama-lama, di bawah 100-an (kasus baru) lagi sesuai keterkendalian sebelumnya,” kata Ridwan.

Menurut dia, tindakan cepat sudah dilakukan untuk mengatasi penularan Covid-19 di Secapa AD Bandung. ”Kita menyadari dengan kerendahan hari, bahwa ini adalah dinamika, kadang-kadang kita siap mengantisipasi kadang-kadang juga kita tidak paham,” tutur Ridwan.

Dia juga menyampaikan pentingnya mengantisipasi dampak penularan virus di institusi pendidikan dengan siswa berasal dari berbagai daerah yang dikelola pemerintah pusat. ”Dalam situasi COVID ini, kedatangan siswa dari seluruh Indonesia di institusi vertikal harus diwaspadai dengan mendalam,” ujar Ridwan.

Gubernur mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah bersepakat dengan Pemerintah Kota Bandung untuk melakukan pemeriksaan Covid-19 pada warga di lingkungan sekitar Secapa AD, Hegarmanah, Kota Bandung. ”Itu wajib hukumnya. Tidak boleh menolak. Itu akan dilakukan Pak Wali secepatnya,” ucap Ridwan.

Selain itu, dia melanjutkan, pemerintah provinsi menyarankan penerapan pembatasan sosial berskala mikro di kawasan Hegarmanah, Kota Bandung. ”Jalan masuk akan ditutup. Yang boleh masuk hanya penghuni. Yang kira-kira sekunder tersier kegiatan itu saya titip ke Pak Wali Kota Bandung untuk 14 hari ditutup dulu untuk memastikan tidak ada kebocoran,” ujar Ridwan.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Artikel Asli