Gubernur Beirut: Ledakan Ini Mirip Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki

kumparan Dipublikasikan 03.36, 05/08 • kumparanNEWS
Sisa-sisa ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon. Foto: STR/AFP

Ledakan di Lebanon begitu dahsyat. Saking besarnya, Gubernur Beirut Marwan Abboud teringat dengan peristiwa jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945.

"Ini mirip dengan yang terjadi di Jepang di Hiroshima dan Nagasaki. Mengingatkan saya dengan hal itu, dalam hidup saya belum pernah melihat kehancuran seperti ini," kata Abboud seperti dikutip dari CNN.

"Ini adalah bencana nasional," sambung dia.

Senada dengan Abboud, seorang warga Beirut yang jadi saksi mata kejadian menuturkan insiden tersebut sangat menyeramkan.

"Kami mendengar ledakan. Dan kami melihat (awan ledakan berbentuk) jamur," ucap warga Beirut kepada AFP.

"Kekuatan ledakan menyebabkan kita terdorong ke belakang apartemen," kata dia.

Ledakan di Lebanon disebabkan meledaknya 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di gudang pelabuhan Beirut. Senyawa kimia ini biasanya digunakan untuk bahan baku pupuk dan campuran bahan peledak.

Sampai saat ini, sudah 78 orang tewas dan lebih 4.000 lainnya menderita luka-luka.

Akibat besarnya ledakan, bangunan sejauh 10 kilometer dari lokasi insiden juga mengalami rusak. Jalanan kota Beirut bahkan dipenuhi pecahan kaca.

Artikel Asli