Gubernur BI Buka-bukaan Ekonomi Dunia Semakin Tertekan

Okezone.com Dipublikasikan 09.17, 19/09/2019 • Giri Hartomo
   Gubernur BI Buka-bukaan Ekonomi Dunia Semakin Tertekan
ketegangan hubungan dagang AS dan China yang berlanjut dan diikuti risiko geopolitik terus menekan perekonomian dunia

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, ketegangan hubungan dagang AS dan China yang berlanjut dan diikuti risiko geopolitik terus menekan perekonomian dunia dan membuat ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi.

"Kenaikan tarif dagang oleh AS dan China yang terus berlangsung makin menurunkan volume perdagangan dan pertumbuhan ekonomi dunia," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Perry mengatakan, perekonomian AS tumbuh melambat akibat penurunan ekspor dan investasi nonresidensial. Perlambatan pertumbuhan ekonomi Eropa, Jepang, China dan India juga berlanjut, dipengaruhi penurunan ekspor dan kemudian berdampak pada penurunan permintaan domestik.

Perekonomian dunia yang melambat telah mendorong harga minyak dan komoditas global kembali menurun, yang kemudian mengakibatkan pada rendahnya tekanan inflasi.

"Kondisi ini direspons banyak negara dengan melakukan stimulus fiskal dan melonggarkan kebijakan moneter," katanya.

 

Gubernur BI

Sementara itu, ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi telah mendorong pergeseran penempatan dana global ke aset yang dianggap aman seperti obligasi Pemerintah AS dan Jepang, serta komoditas emas, meskipun aliran modal ke negara berkembang tetap terjadi.

Dinamika ekonomi global tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga arus masuk modal asing sebagai penopang stabilitas eksternal.

Gubernur BI
Artikel Asli