Guardiola: Menonton Atalanta Bermain Sangatlah Menyenangkan

kumparan Dipublikasikan 13.51, 21/10/2019 • Akbar Ramadhan
Fernandinho berduel dengan Wilfried Zaha. Foto: REUTERS/Ian Walton

Ada beberapa alasan mengapa Atalanta layak mendapatkan aplaus pada musim 2018/19. Selain finis di atas tim-tim semisal Inter, Milan, Roma, dan Lazio, kesebelasan asal Bergamo itu juga sukses meraih tiket Liga Champions musim ini usai menempati posisi ketiga klasemen akhir.

Itu baru perkara posisi akhir. Kita belum bicara bagaimana agresif dan suburnya mereka.

Total, La Dea berhasil menorehkan 77 gol di Serie A musim kemarin. Dengan torehan tersebut, Atalanta menjadi tim paling produktif di Serie A --bahkan melebihi Napoli dan Juventus.

Dengan sederet pencapaian manis itu, Atalanta menjadi salah satu tim yang layak dinantikan pada Serie A musim ini. Untungnya, mereka tidak mengecewakan ekspektasi banyak orang.

Tim besutan Gian Piero Gasperini tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan musim kemarin bukanlah kebetulan. Dari delapan laga di Serie A musim ini, Atalanta baru menelan satu kekalahan. Sisanya, mereka meraih lima kemenangan dan dua hasil imbang.

Alhasil, Atalanta bercokol di posisi ketiga klasemen sementara. Mereka mengoleksi 17 poin, tertinggal lima angka di belakang si pemuncak klasemen, Juventus.

Andai laju impresif ini berlanjut sampai akhir musim, bolehlah kita mengatakan bahwa Atalanta bukanlah tim one-season wonder belaka.

Pemain-pemain Atalanta merayakan kemenangan atas Sassuolo. Foto: Opta

Yang apik, kesuburan Atalanta tidak menurun. Musim ini, mereka sudah mencetak 21 gol di liga. Catatan ini menjadi yang paling banyak dibanding tim-tim lainnya.

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, pun kagum. Kebetulan, Guardiola akan memimpin pasukannya untuk menghadapi Atalanta pada matchday III Liga Champions, Rabu (23/10/2019) dini hari WIB.

"Sangat menyenangkan menonton gaya bermain pasukan Gian Piero Gasperini. Mereka berani, mereka juga menghargai penontonnya dan itulah cara mereka bermain," tutur Guardiola, dilansir situsweb resmi klub.

"Mereka berani mengambil resiko dan saya yakin mereka akan bermain dengan cara yang sama saat melawan kami," ucapnya.

Kabar buruknya buat Guardiola, City belum tentu tampil dengan skuat terbaiknya. Duet bek tengah, Aymeric Laporte dan Nicolas Otamendi, masih diragukan tampil karena masalah cedera.

Kendati begitu, Guardiola tetap yakin timnya bakal meraih kemenangan. Pasalnya, pelatih berkepala plontos itu memiliki pemain yang bisa bermain di banyak posisi dengan sama baiknya.

Pep Guardiola mencak-mencak karena gol Manchester City kembali dianulir oleh VAR. Foto: Reuters/Carl Recine

"Saya sangat percaya diri dan menaruh kepercayaan penuh kepada tim ini. Kami sangat bagus ketika bertahan dan kami juga bisa membuat gol di saat-saat yang tepat," kata Guardiola.

Kemenangan akan semakin memuluskan langkah City ke babak 16 besar. Pasalnya, sekarang City memimpin Grup C dengan torehan enam angka. Sementara, Atalanta berada menjadi juru kunci karena belum meraih kemenangan sama sekali.

Artikel Asli