Grand Inna Medan Bukan Sekadar Hotel, Tapi Juga Tempat Wisata

Liputan6.com Diupdate 12.38, 16/11/2019 • Dipublikasikan 12.38, 16/11/2019 • stella maris
Hotel Grand Inna Medan
Kolam renang Hotel Grand Inna Medan. (Liputan6.com/Reza Efendi)

Liputan6.com, Jakarta Medan merupakan kota terbesar keempat di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Medan sebagai kota terbesar di luar Pulau Jawa ini menawarkan sejumlah fasilitas untuk menarik kunjungan di sektor pariwisata.

Salah satunya dengan membangun kembali hotel De Boer yang didirikan pada 1898. Kini hotel milik BUMN itu memiliki menyandang nama baru, yaitu Grand Inna Medan.

Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour, Iswandi Said mengatakan saat ini pihaknya tidak hanya ingin menjadikan hotel-hotel yang mereka punya sekadar tempat menginap, tetapi juga ingin menjadi destinasi wisata. Hal ini menjadi alasan mereka untuk terus berupaya melengkapi fasilitas.

"Khusus di Grand Inna Medan, kolam berenang salah satu fasilitas dipenuhi. Karena, hotel bintang 4 harus dilengkapi fasilitas, dan tentunya kolam berenang di hotel ini memiliki keunikan tersendiri, yaitu kolam berenang dengan air asin," tegasnya.

Iswandi menyadari, Medan sangat menantang sekali, di mana supply dan demand tidak seimbang. Banyak tamu datang, tetapi masih banyak juga kamar yang tersedia. Padahal, harga kamar yang ditawarkan tidak terlalu mahal, berkisar Rp600 ribu-an.

Dengan adanya terobosan, pihaknya berharap dapat meningkatkan okupansi di Grand Inna Medan. Salah satu rencana ke depan, mereka akan menjadikan Sungai Deli yang berada tepat di samping hotel, menjadi pemandangan yang menarik bagi pengunjung.

"Intinya, kita terus berbenah. Kita ingin mewujudkan, hotel tidak hanya tempat menginap, lebih dari itu, menjadikan hotel ini one stop solution," Iswandi mengatakan.

Direktur Utama PT Hotel Indonesia Group, Qodie Ibrahim menerangkan, keberadaan pihaknya bertujuan untuk menyinergikan keberadaan hotel-hotel BUMN. Kemudian mengembangkan dan memaksimalkan agar ciri khas Indonesia lebih ditonjolkan, tetapi tidak mengurangi pelayanan berstandar internasional.

"Selama ini hotel-hotel di Indonesia sering menonjolkan internasional, dan tidak mengeluarkan ciri khas kearifan lokal. Ini yang mau kita tonjolkan, seperti kulinernya, kebudayaannya, dan keramahtamahan," terangnya.

Ibrahim mengakui, PT Hotel Indonesia Group terus melakukan upaya menjadikan hotel-hotel di Indonesia lebih menghargai produk lokal. Berbagai kekurangan terus dicoba untuk diperbaiki, dengan harapan bisnis hospitality yang dimiliki pemerintah ini sejajar dengan pemain lama.

"Tidak gampang, tapi itu bisa. Target kita, Hotel Indonesia Group mewujudkan diversity in one perpection. Jika turis mancanegara ingin merasakan keramahtamahan Indonesia, itu ada di kita," Ibrahim menandaskan.

Sekadar informasi, Grand Inna Medan terletak di Jalan Balai Kota, Nomor 2, Kecamatan Medan Barat itu juga memiliki kolam renang air asin. Grand Inna Medan memiliki 132 kamar, terdiri dari 24 Standard Room, 23 Superior Room, 72 Deluxe Room, 7 Deluxe Corner, 2 Junior Suite Room dan 2 Deboer Suite Room.

 

(*)

Artikel Asli