Godin Akui Sulit Beradaptasi dengan Conte, Tapi...

REPUBLIKA ONLINE Dipublikasikan 07.01, 11/08/2020 • Muhammad Akbar
Diego Godin
Diego Godin

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Diego Godin mengakui bahwa dia sempat kesulitan beradaptasi dengan sistem Antonio Conte di Inter Milan, dan membutuhkan waktu untuk memperbaiki posisinya di line up. Tapi menurutnya, kemenangan tim adalah yang utama.

"Setelah bermain dalam sistem yang berbeda selama bertahun-tahun, saya meluangkan waktu untuk memahami apa yang diinginkan pelatih dari saya, karena saya memiliki pergerakan yang sangat berbeda dibandingkan dengan Atletico Madrid atau Uruguay," kata bek itu kepada Sky Sport Italia setelah kemenangan 2-1 atas Bayer Leverkusen di perempat final Liga Europa, dikutip dari Football Italia, Selasa (11/8).

Pemain internasional Uruguay itu menghabiskan sebagian besar musim ini untuk berjuang masuk kestarting XI, dan ia telah digunakan secara teratur dalam beberapa pertandingan terakhir, sehingga mengirim Milan Skriniar ke bangku cadangan.

"Ini cara bermain yang sangat berbeda, banyak berlari mundur dan menekan tinggi. Saya dalam kondisi yang baik sekarang dan dapat membantu tim, juga dengan pengalaman saya, saat kita mencapai semifinal pertama Inter selama 10 tahun," kata dia.

"Jika pelatih mau, saya akan bermain di depan! Saya bisa bermain di kanan, atau di kiri, semuanya baik-baik saja. Saya merasa baik dan saya pikir kami semua menampilkan penampilan individu yang lebih baik karena kami bermain bagus sebagai sebuah tim," tegasnya.

Sikap itu juga terbukti ketika Godin tidak mengomel sepanjang musim karena statusnya yang semakin menurun.

"Sejauh yang saya ketahui, rasa hormat adalah segalanya. Saya tahu bahwa jika saya tidak bermain, itu berarti saya harus bekerja lebih keras, jadi itulah yang saya lakukan. Saya berlatih lebih banyak selama lockdown, saya kembali lebih kuat dan perlahan masuk ke starting line up, selalu menghormati rekan satu tim saya," ujarnya.

Menurutnya, jika dia di bangku cadangan, dia harus menghormati rekan setimnya yang bermain, meski ia menyadari semua orang selalu ingin bermain.

"Saya mengutamakan tim, yang terpenting adalah Inter menang," pungkasnya.

Artikel Asli