Gilang 'Fetish Jarik Unair' Ditangkap di Kalteng

Merdeka.com Dipublikasikan 07.24, 07/08/2020

                Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki
Gilang ditangkap oleh tim gabungan dari Polda Jatim, Polrestabes Surabaya, dan Satreskrim Polres Kapuas, tanpa perlawanan. Usai ditangkap, Gilang sempat dilakukan rapid test dengan hasil non reaktif, untuk kemudian diterbangkan ke Surabaya.

Sosok Gilang yang mendadak heboh karena istilah 'fetish kain jarik Unair' rupanya sudah ditangkap polisi. Gilang ditangkap tidak jauh dari rumahnya di Kalimantan Tengah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penangkapan terhadap Gilang dilakukan pada Kamis (6/8) kemarin. Ia ditangkap di Jalan Cilik Riwut Gang 6 Handel Selamat No 030 Rt 21 Kelurahan Selat Dalam, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Propinsi Kalimantan Tengah, sekitar pukul 16.15 Wib.

Gilang ditangkap oleh tim gabungan dari Polda Jatim, Polrestabes Surabaya, dan Satreskrim Polres Kapuas, tanpa perlawanan. Usai ditangkap, Gilang sempat dilakukan rapid test dengan hasil non reaktif, untuk kemudian diterbangkan ke Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, saat dikonfirmasi hanya dapat membenarkan saja. Dia mengatakan, penangkapan itu hasil kerjasama antara Polda Jatim, Polrestabes Surabaya, Polda Kalteng, dan Polres Kapuas.

"Iya benar (ditangkap). Sabar ya, ini hasil koordinasi antara Polda Jatim Polrestabes Surabaya dan Polda Kalteng, Polres Kapuas," ujarnya, Jumat (7/8).

Sebelumnya, jagad dunia maya diramaikan dengan fenomena 'fetish jarik' yang dilakukan oleh seorang mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Fenomena fetish jarik tersebut kabarnya dibarengi dengan adanya aksi pelecehan seksual oleh sang pelaku dengan berkedok untuk riset terhadap para korbannya yang juga para mahasiswa.

Topik fetish jarik ini sendiri sempat trending di twitter setelah diunggah oleh akun @m_fikris dengan judul Fetish Kain Jarik. Akun yang mengaku menjadi salah satu korban ini menceritakan aksi pelaku dengan modus meminta bantuan untuk penelitian tugas akhir yang bertemakan bungkus membungkus.

Namun, dari cuitan ini justru muncul akun-akun lain yang mengaku mengalami hal yang sama dari pelaku. Mereka saling bercerita terkait dengan pengalaman korban fetish jarik tersebut.

Gilang sendiri kini telah dinyatakan dipecat oleh Unair melalui keputusan Rektor. Pemecatan Gilang dilakukan setelah melalui sidang etik yang digelar oleh Fakultas Ilmu Budaya.

Artikel Asli