Gilang Ancam Bunuh Diri Jika Korban Tak Mau Fetish Jarik

Merdeka.com Dipublikasikan 15.37, 08/08/2020

                Tersangka Gilang Fetish Jarik. ©2020 Istimewa
Gilang Ancam Bunuh Diri Jika Korban Tak Mau Fetish Jarik. Tidak hanya itu, Gilang rupanya juga mampu memberikan pemahaman secara akademis yang menyesatkan pada para korbannya. Pada mereka, Gilang mengaku melakukan fetish jarik untuk kepentingan riset secara akademis.

Korban fetish jarik Gilang Unair rupanya cukup banyak. Kapolrestabes Surabaya Kombes Johnny Eddizon Isir menjelaskan, ada banyak cara yang dilakukan oleh Gilang agar korban mau menuruti keinginannya. Mulai dari berkedok untuk kajian akademis seperti riset hingga sampai pada pengancaman pada para korbannya.

"Kalau dia tidak mau mengikuti kemauannya atau perintahnya, maka tersangka melakukan tindakan pengancaman," tuturnya, Sabtu (8/8).

Pengancaman yang dimaksud bisa dalam berbagai bentuk. Mulai mengancam akan membahayakan dirinya hingga ancaman ia akan melakukan tindakan bunuh diri jika tak mau menuruti kemauannya.

"Ancaman dalam bentuk yang akan membahayakan dirinya atau bunuh diri lah, sehingga para korban mau menuruti bahkan mengulanginya," tegasnya.

Tidak hanya itu, Gilang rupanya juga mampu memberikan pemahaman secara akademis yang menyesatkan pada para korbannya. Pada mereka, Gilang mengaku melakukan fetish jarik untuk kepentingan riset secara akademis.

"Korban juga disesatkan, jika ini (fetish jarik) dilakukan untuk riset. Dan jika ada korban ada yang tidak mau mereka diancam sehingga mereka mau mengikuti," tambahnya.

Dengan adanya ancaman maupun modus riset akademis inilah, para korban ada yang sampai terjebak dalam kasus fetish ini hingga lebih dari satu kali. Untuk itu, polisi pun berencana mengembangkan kasus yang sempat menyedot perhatian publik ini.

Atas kasus Fetish jarik ini, Gilang pun dijerat polisi karena melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mengirim informasi elektronik dan atau Dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut nakuti yang ditujukan secara pribadi sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 29 Jo 45b UU RI no 19 tahun 2016 tentang perubahan UU no 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik Pasal 2 (1), (2) UU TPPU Pasal 335 KUHPidana. Dimana, ancaman pidananya maksimal 6 tahun penjara.

Artikel Asli