Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Mengejutkan! Indonesia Lolos ke Piala Dunia Tahun Ini

Para pemain timnas Garuda Inaf melakukan sujud syukur di Bangladesh. FOTO: Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI)
Para pemain timnas Garuda Inaf melakukan sujud syukur di Bangladesh. FOTO: Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI)

Para pemain timnas Garuda Inaf melakukan sujud syukur di Bangladesh. FOTO: Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI)

KABAR gembira kembali datang bagi sepak bola nasional. Timnas Indonesia dipastikan menjadi salah satu kontestan Piala Dunia Amputasi 2022! Ini sebuah kejutan yang sangat tidak disangka-sangka, bahkan oleh para pemain yang turut bertanding selama putaran prakualifikasi.

Sayangnya, tak seperti gegap-gempita menyambut kelolosan tim asuhan Shin Tae-yong ke Piala Asia 2023, berita satu ini malah sepi-sepi saja. Nyaris tak ada media yang mengangkat. Netizen di sosial media pun tidak seramai usai Marc Klok, dkk. mengempaskan Nepal 7-0.

Padahal lolosnya timnas Indonesia ke Piala Dunia Amputasi 2022 juga diwarnai satu pesta gol. Bahkan jumlah gol yang dilesakkan tim Garuda Inaf--sebutan untuk timnas amputasi--ke gawang lawan lebih banyak, yakni 8-0.

Berangkat dalam Sepi

Kepastian Indonesia sebagai salah satu kontestan Piala Dunia Amputasi 2022 diperoleh pada pertengahan Maret lalu. Kala itu timnas yang diperkuat eks pemain Persib Bandung, Aditya, sukses mengatasi lawan-lawan mereka di putaran prakualifikasi yang dihelat di Bangladesh.

Tergabung bersama tim kuat Jepang, Malaysia dan tuan rumah Bangladesh, timnas Garuda Inaf sukses meraih dua kemenangan. Satu-satunya kekalahan didapat kala menantang Jepang, tetapi tidak menghalangi kelolosan ke putaran final.

Jika Marc Klok en vrienden menang telak 7-0 atas Nepal di Kualifikasi III Piala Asia 2023, maka timnas Garuda Inaf mencatatkan kemenangan 8-0 atas tuan rumah Bangladesh. Lalu tetangga sekaligus musuh bebuyutan Malaysia ditekuk tiga gol tanpa balas.

Menghadapi Jepang, para pemain timnas Garuda Inaf tidak berkutik sama sekali. Mereka gagal mencetak gol dan harus puas meninggalkan lapangan dengan kekalahan 0-2.

Namun demikian dua kemenangan atas Bangladesh dan Malaysia sudah cukup. Indonesia berhak mendapat satu tiket ke putaran final yang akan digelar di Turki, Oktober 2022.

Meski pulang membawa prestasi skala dunia, timnas Garuda Inaf tidak mendapat sambutan seheboh timnas asuhan Shin Tae-yong. Malah pemberitaan atas mereka baru ramai belakangan ini, setelah Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI) melakukan pendekatan ke sana-sini demi mendapat dukungan.

Pada saat berangkat ke Bangladesh pun timnas amputasi tidak mendapat spot pemberitaan. Sekjen PSAI Rusharmanto Sutomo bercerita pada BBC Indonesia, dirinya tak kuasa menahan air mata kala melepas para pemain ke Bangladesh untuk mengikuti kualifikasi.

Berbeda dengan pelepasan tim-tim olahraga yang membela nama negara lainnya, kepergian timnas Garuda Inaf terasa sangat sepi. Sutomo mengistilahkannya sebagai "di tengah kesunyian" saking sepinya dukungan dan pemberitaan media.

Rekaman pertandingan Indonesia melawan Malaysia di putaran kualifikasi Piala Dunia Amputasi 2022. FOTO: PSAI

Berprestasi dalam Keterbatasan

Tak cuma sepi pemberitaan, timnas Garuda Inaf juga minim dukungan dana serta fasilitas. Sebelum berangkat ke Bangladesh, Sutomo dan para pengurus PSAI musti pontang-panting cari dana untuk mengongkosi tim.

Keberangkatan ke Bangladesh dapat terwujud berkat bantuan beberapa pihak. Namun demikian para pemain harus benar-benar berhemat di sepanjang perjalanan. Bahkan PSAI masih punya tanggungan utang pada agen perjalanan.

Tak cuma secara tim, masing-masing pemain juga punya problematikanya sendiri terkait pembiayaan. Misalnya Muhammad Lucky yang harus patungan dengan teman setim untuk membeli sepatu. Karena hanya memerlukan sepatu sebelah kanan, Lucky mencari teman yang kakinya kiri.

Muhammad Shidiq Bashiri alias Bahir, penggawa timnas Garuda Inaf lainnya, menceritakan bagaimana dirinya musti berutang Rp 1 juta untuk keperluan membuat paspor dan ongkos. Pemuda berusia 23 tahun ini berasal dari Jember, sehingga butuh biaya transportasi ke Jakarta sebelum bersama-sama tim terbang ke Bangladesh.

Pada saat mereka transit di Malaysia, Sutomo menambahkan, para pemain harus bergantian minum sebotol air mineral. Satu botol air untuk 18 pemain! Ini terjadi karena anggaran mereka begitu tipis sehingga harus benar-benar dihemat.

Jika Indra Sjafrie bisa mengajak Shin Tae-yong dan tim asuhannya makan enak di restoran semasa di Kuwait, Sutomo hanya mampu membawa para pemain tim Garuda Inaf bersantap di warteg. Jangan tanya soal menu khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi tiap-tiap pemain.

Namun keterbatasan dan minimnya dukungan tak menyurutkan semangat Bahir, Lucky, Aditya, dan para pemain lain. Mereka tampil penuh motivasi sehingga mampu mengamankan satu tiket ke Piala Dunia Amputasi 2022.

Selepas mendapat kepastian lolos, para pengurus PSAI rajin melakukan pendekatan ke sejumlah pihak terkait. Hasilnya manis. Pemberitaan mulai ramai, mengabarkan prestasi yang dicapai Aditya, dkk. Termasuk undangan dari salah satu program televisi nasional.

Dukungan pun berdatangan dari banyak pihak. Pada saat melangsungkan pertandingan uji coba di Jakarta International Stadium, akhir Mei lalu, jersey pemain dihiasi merek elektronik ternama. Dikutip dari laman Antara, Menpora Zainudin Amali juga berkomitmen untuk memberi dukungan penuh bagi tim.

Bagaimana dengan kita sebagai supporter? Jika kita tenggelam dalam euforia manakala timnas Indonesia memastikan diri lolos ke putaran final Piala Asia tahun depan, maka sudah selayaknya kita juga merayakan kelolosan tim Garuda Inaf ke Piala Dunia tahun ini.

Suka dengan tulisan ini? Jangan sungkan-sungkan untuk traktir saya di https://trakteer.id/bungeko/tip

Penulis : Eko Nurhuda

Artikel Asli