Gerak-Gerik Janggal Pelaku Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan Terekam CCTV

Suara.com Dipublikasikan 07.55, 13/11/2019 • Reza Gunadha
Detik-detik terjadinya ledakan bom di Polrestabes Medan, pelaku terekam CCTV (Facebook Tony Pratondoadi)
Detik-detik terjadinya ledakan bom di Polrestabes Medan, pelaku terekam CCTV (Facebook Tony Pratondoadi)

Suara.com - Ledakan bom yang terjadi di Polrestabes Medan, Sumatera Utara pada Rabu (13/11/2019) pukul 8.40 WIB kuat dugaan dilakukan oleh seorang pria memakai jaket ojek online. Gerak-geriknya terekam di kamera CCTV.

Sebuah rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik terjadinya ledakan bom di Polrestabes Medan tersebar luas di media sosial.

Salah satunya diunggah oleh akun Facebook Tony Pratondoadi pada Rabu (13/11/2019) siang.

Video berdurasi satu setengah menit itu memperlihatkan dengan jelas saat terduga pelaku berjalan di dekat lokasi kejadian.

Terduga pelaku terlihat memakai jaket ojek online dan menggendong tas. Dia muncul dari balik deretan truk polisi yang diparkir.

Lalu ledakan terjadi saat pria itu berjalan mendekati mobil sedan polisi.

Gerak-gerik pelaku teror bom Polrestabes Medan pada Rabu (13/11/2019) terekam CCTV (Facebook Tony Pratondoadi)

Terdengar pula di video itu, orang-orang membahas gerak-gerik pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan.

Seseorang berkata, "Yang mana orangnya? Gojek kan?"

Orang lainnya menimpali, "Nyari target dia".

"Mungkin salah menekan dia ya?" ujar seseorang lagi lainnya.

Lalu ada pula yang berucap, "Dipikirnya kalau dekat mobil kan bisa meledak lebih".

Mereka juga mengomentari orang lain dengan baju berwarna putih yang terlihat di dekat lokasi ledakan.

"Ah kena itu yang tadi," ucap seseorang di dalam video tersebut.

Orang-orang yang terlihat di sisi lain parkiran lalu berlarian menyingkir setelah ledakan bom terjadi.

Detik-detik terjadinya ledakan bom di Polrestabes Medan, pelaku terekam CCTV (Facebook Tony Pratondoadi)

Sebelumnya diberitakan, seorang saksi menceritakan bahwa ada pria yang memakai jaket ojek online yang merupakan pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan sempat ingin mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Namun, sang pelaku diminta keluar ruangan saat sedang mengantre.

Saksi yang berada di lokasi kejadian, Ahmad Abdul mengatakan ia ikut mengantre bersama pelaku diduga bom bunuh diri yang mengenakan atribut ojek online itu di ruang perekaman sidik jari.

Berdasar penuturan Ahmad kepada Suara.com, Rabu (13/11/2019) saat sedang mengantre, petugas kepolisian menanyakan kepada warga yang sudah pernah membuat SKCK. Sang pelaku diduga bom bunuh diri mengacungkan tangannya.

"Pas ditanya polisi siapa yang sudah pernah buat SKCK dia angkat tangan. Jadi dia keluar disuruh ke tempat perpanjang SKCK," jelas Ahmad.

Lalu ledakan terjadi tidak berapa lama setelah pria yang memakai jaket ojek online itu keluar ruangan.

Artikel Asli