Gempa Terasa Hingga Jakarta Ternyata Bersumber di Bogor

Tempo.co Dipublikasikan 16.50, 09/08 • Zacharias Wuragil
Ilustrasi gempa. shutterstock.com
Sekalipun dangkal, sumber gempa dan mekanismenya belum bisa dikenali BMKG. Baru lokasinya teridentifikasi di pegunungan.

TEMPO.CO, Bandung - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG telah mendapatkan sebagian hasil analisa atas gempa yang mengguncang Cianjur dan Bogor, dan terasa sampai Jakarta, pada Minggu malam, 9 Agustus 2020. Gempa yang terukur berkekuatan 3,5 Magnitudo itu ternyata berpusat di Desa Wargajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, pusat atau episenter gempa terletak pada koordinat 6,63 LS dan 107,02 BT. “Tepatnya di Desa Wargajaya, terletak di kawasan pegunungan di sebelah timur Kota Bogor,” katanya lewat keterangan tertulis, Minggu malam 9 Agustus 2020.

Sebelumnya BMKG menginformasikan kalau gempa yang terjadi pukul 18.52 WIB itu memiliki sumber berjarak sekitar 25 kilometer arah barat laut Kabupaten Cianjur. Gempa tergolong dangkal dengan kedalaman sumber 10 kilometer.

BMKG menyebutnya dengan istilah gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar lokal yang aktif. Tapi, Daryono menambahkan, “Nama sesar, panjang, dan arahnya belum dikenali.”

Dampak gempa yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat getarannya dirasakan di wilayah Bogor dan Cianjur utara. Skala intensitasnya III MMI. Guncangan gempa dirasakan warga seakan ada truk berlalu.

Gempa ini juga dirasakan lemah di wilayah Depok dan sebagian Jakarta dalam skala Intensitas II MMI. Guncangannya dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Artikel Asli