Gempa Magnitudo 5,0 Terjadi di Bitung, Tak Berpotensi Tsunami

Kompas.com Dipublikasikan 14.08, 15/11/2019 • Kontributor Manado, Skivo Marcelino Mandey
Shutterstock
Ilustrasi gempa, gempa Banten

MANADO, KOMPAS.com - Wilayah laut di sebelah timur Kota Bitung, Sulawesi Utara, diguncang gempa bumi tektonik, Jumat (15/11/2019) pukul 19.52 WIB.
Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi ini memiliki kekuatan magnitudo 5,1 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitudo 5,0.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado Edward Henry Mengko mengatakan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,75 LU dan 126,37 BT. 

"Atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 136 kilometer arah timur Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara pada kedalaman 10 kilometer," kata dia, Jumat malam.

Baca juga: Gempa 5,1 Magnitudo Rusak 55 Rumah Warga di Maluku Tengah

Tidak berpotensi tsunami

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi atau penyesaran dalam Lempeng Laut Maluku.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault).
Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Tondano, Tomohon, Minahasa Tenggara, Bitung, Minahasa Utara, Manado II MMI.
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar dia.

Baca juga: Hingga Jumat Siang, Ada 103 Kali Gempa Susulan Pascagempa di Maluku Utara

Warga diimbau hindari bangunan retak

Hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini adalah rangkaian pascagempa Maluku Utara magnitudo 7,1 yang terjadi pada Kamis (14/11/2019) pukul 23.17 WIB.
Warga dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Juga menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," katanya.

Penulis: Kontributor Manado, Skivo Marcelino MandeyEditor: Aprillia Ika

Artikel Asli