Gelombang Protes Ojol Soal Nadiem Jadi Menteri Jokowi

CNN Indonesia Dipublikasikan 04.27, 23/10/2019 • CNN Indonesia

Munculnya nama Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kabinet kerja jilid II, menuai protes dari Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur.

Sekretaris PDOI Jatim Rahmatullah Riyadi menilai, sosok Nadiem tak layak menjadi menteri lantaran dianggap belum sepenuhnya suskes membesarkan Gojek.

"Contoh skala kecil saja, dalam menjalankan bisnisnya di Gojek, Nadiem belum mampu mensejahterakan mitranya, para driver online, baik yang roda dua maupun roda empat," kata Rahmat, Selasa (22/10)

Humas PDOI Jatim, Daniel Lukas Rorong, menambahkan, pihaknya sangat menyayangkan jika Nadiem harus hengkang dari Gojek.

Sebab menurut Daniel sosok dan pemikiran inovatif Nadiem masih sangat dibutuhkan di perusahaan start up yang didirikan pada 2010 lalu tersebut.

"Berbuat dan berkarya untuk negeri, tidak harus menjadi menteri," kata Daniel.

PDOI mengakui penunjukan Nadiem sebagai menteri memang hak prerogatif presiden, namun ia meminta mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mempertimbangkannya ulang.

"Namun kami juga punya hak untuk mengingatkan pak Jokowi perihal menteri yang akan ditunjuknya, meski itu hak prerogatif presiden," ujar Daniel, yang juga salah satu penggugat Permenhub 108 ini.

"Belum ada rencana untuk demo dalam waktu dekat terkait Nadiem nantinya jadi menteri. Kami masih wait and see dulu," tegas Herry.

"Kami masih menampung aspirasi dari arus bawah terlebih dahulu," tambahnya. (frd)

Sebelum PDOI Jawa Timur mengatakan protes Nadiem jadi menteri, Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) sudah mengungkap hal serupa. Namun Garda bukan hanya protes dalam wujud verbal melainkan juga sudah menyiapkan aksi demo.

"Ojol tidak setuju Nadiem jadi menterinya Jokowi, seluruh Indonesia siap bergerak melakukan upaya penolakan," ujar Ketua Presidium Garda Igun Wicaksono.

Artikel Asli