Gelar Profesor Hadi Pranoto Dipertanyakan, Manajer Anji Ogah Komentar

Jawapos Diupdate 05.26, 04/08 • Dipublikasikan 12.26, 04/08 • Banu Adikara
Gelar Profesor Hadi Pranoto Dipertanyakan, Manajer Anji Ogah Komentar

JawaPos.com – Musisi Anji mendapat sorotan publik usai mewawancarai seorang pria bernama Hadi Pranoto yang diklaim sebagai profesor dan ahli bidang mikrobiologi klinis dalam video yang diunggahnya di YouTube. Namun, belakangan diketahui ternyata Hadi Pranoto bukanlah seorang dokter maupun pakar dalam dunia medis.

Fakta yang sudah diakui sendiri oleh Hadi ini pun membuat netizen bertanya-tanya bagaimana Anji bisa memilihnya sebagai narasumber yang membahas penemuan obat Covid-19. Pasalnya, latar belakang keilmuannya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

JawaPos.com sempat menanyakan mengenai latar belakang keilmuan dan gelar profesor Hadi Pranoto kepada pihak Anji. Namun, pihak manajemen Anji memilih untuk tidak berkomentar.

“Aku no comment, nggak bisa jawab apa-apa,” kata Pepenk saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (3/8) kemarin.

Hadi Pranoto sendiri sudah buka suara soal latar belakang keilmuan dan keahliannya. Dia mengakui tidak bergelar profesor dan bukan juga ahli mikrobiologi. Hadi Pranoto mengatakan sebutan profesor dan ahli itu diperolehnya bukan atas latar belakang keilmuan dan kepakaranm. Tapi cuma sebutan sayang dari teman-temannya yang kagum karena dirinya menjadi penemu.

“Saya tak pernah declare diri saya seorang dokter atau seorang profesor. Itu kan panggilan kesayangan teman-teman saya karena merasa bangga ada anak bangsa, orang kecil, bisa menemukan suatu herbal yang bermanfaat untuk pengobatan Covid-19,” katanya.

Saat ditanya latar belakang pribadinya, Hadi juga tak mau menjawab. “Saya tak mau membahas masalah background saya, saya mau membahas bagaimana herbal ini bisa bermanfaat untuk menyembuhkan Covid-19. Saya tak mau membahas itu, itu kan nanti jadi salah persepsi lagi,” tukasnya.

Artikel Asli