Gebby Vesta Ngaku Sudah Operasi Ganti Kelamin, Apa yang Terjadi dan Risikonya?

Suara.com Dipublikasikan 05.25, 22/09/2019 • Rima Sekarani Imamun Nissa
Gebby Vesta (Instagram Gebby Vesta)
Gebby Vesta (Instagram Gebby Vesta)

Suara.com - Selama kurang lebih 19 tahun, Gebby Vesta akhirnya mengakui bahwa dirinya bukan perempuan tulen alias transgender. Bahkan Gebby Vesta juga mengakui sudah melakukan operasi kelamin sejak 6 tahun lalu.

Gebby Vesta melakukan operasi ganti kelamin dari pria ke wanita di Thailand. Ia pun rela menghabiskan uang Rp 140 juta demi mengubah fisiknya.

"Total untuk payudara Rp 8 juta. Kalau untuk operasi kelamin saya habis total Rp 140 jutaan kalau enggak salah, semua di Thailand," kata Gebby Vesta saat dihubungi Suara.com pada Jumat (20/9/2019) lalu.

Gebby Vesta juga mengaku keputusannya menjadi transgender sudah mendapat dukungan keluarga sejak awal. Ia pun sempat berkonsultasi psikologis sebelum memutuskan ganti kelamin.

"Alhamdulilah dari kecil keluarga saya support terbaik, enggak ditentang. Pas mau operasi, udah ke Thailand, udah ke psikologis semuanya, ternyata negatif tidak ada ganggguan jiwa, kesehatan, jasmani, rohani. Bikin appointment, pulang ke hotel masih mikir lagi antara takut sama yakin untuk operasi kelamin," jelasnya.

Lalu, apakah Anda penasaran dengan yang terjadi ketika operasi ganti kelamin dari pria ke wanita?

Gebby Vesta [deon angkasa/Instagram]

Melansir dari Very Well Health, operasi pergantian kelamin (SRS) dikenal dengan nama lain bedag penggantian kelamin (GRS), yakni operasi perubahan jenis kelamin dan rekonstruksi genital. Secara klinis, prosedur penggantian kelamin ini dikenal genitoplasti.

Prosedur yang mengubah alat kelaim pria ke wanita termasuk penektomi (pengangkatan penis) dan orchiektomi (pengangkatan testis). Prosedur ini biasanya diikuti oleh vaginoplasty (pembuatan vagina) atau feminin genitoplasti (pembuatan alat kelamin wanita).

Operasi penggantian kelamin pria ke perempuan, mungkin juga akan diikuti prosedur implan payudara, gluteoplasti untuk meningkatkan volume bongkong, serta prosedur untuk meminimalkan jakun dan hormon feminisasi.

Selain itu, mereka juga akan melakukan operasi feminisasi wajah (FFS), yakni menghaluskan garis wajar agar lebih feminim, operasi hidung, menghaluskan rahang dan dahi serta mengubah total tulang pipi.

Gebby Vesta [Instagram]

Operasi pengganti kelamin atau transgender seperti Gebby Vesta ini pun memiliki sejumlah risiko. Melansir dari Healthline, vaginoplasti bisa menyebabkan hilangnya sensasi pada sebagian atau seluruh neoklitoris akibat kerusakan saraf.

Beberapa orang mungkin akan mengalami fistula rektovaginal, masalah serius yang membuka usus ke dalam vagina dan prolaps vagina. Meskipun komplikasi setelah operasi kelamin ini termasuk jarang.

Biasanya yang lebih umum, transgender akan mengalami inkontinensia urine, mirip dengan kondisi yang dialami orang setelah melahirkan.

Metoidioplasti dan phalloplasty penuh membawa risiko fistula uretra (lubang atau lubang di uretra) atau striktur uretra (penyumbatan). Keduanya dapat diperbaiki melalui operasi kecil tindak lanjut.

Artikel Asli