Gaya Unik RedDoorz Rekrut Karyawan

Tempo.co Dipublikasikan 22.46, 22/08/2019 • Ludhy Cahyana
Aktor Gading Marten mendukung RedDoorz merekrut karyawan berbasis lomba, dalam program Tenaga Kerja Impian. Foto: RedDoorz
RedDoorz bakal merekrut karyawan untuk media sosial, dengan cara mengikuti lomba memajang kegiatan berlibur mereka di Instagram.

TEMPO.CO, Jakarta - Media sosial membuat tren berbagi dan mengakses informasi berubah. Demikian pula soal spot-spot wisata terbaru, informasinya sangat mudah didapat di media sosial.

Tren itu melatari RedDoorz aplikasi pemesanan akomodasi, menghadirkan program ‘Tenaga Kerja Impian’. Program tersebut merupakan rekrutmen karyawan berbasis kompetisi. Program ini memberikan kesempatan bagi generasi milenial untuk menjelajahi Indonesia dan menceritakan pengalaman mereka saat berwisata.

“Melalui program ‘Tenaga Kerja Impian’, kami ingin generasi milenial dapat menikmati keindahan Indonesia dan membagikan pengalaman unik tersebut melalui media sosial," kata MarketingDirectorRedDoorzIndonesia, SandyMaulana.

Program ini juga sejalan dengan kampanye RedDoorzsaat ini, yaitu ‘Traveldengan RedDoorz- Jelajah Indonesia’. Melalui program ini, tiga tenaga kerja akan mengunjungi berbagai destinasi wisata di mana RedDoorzberada,” imbuh Sandy.

Program Tenaga Kerja Impian juga merupakan bentuk dari dukungan RedDoorz kepada Kementerian Pariwisata dalam memperkenalkan destinasi-destinasi wisata di Indonesia. Program ini akan menekankan pada keanekaragaman Indonesia, terutama daerah pariwisata yang masih belum diketahui banyak orang.

Dengan memanfaatkan media sosial, akan lebih banyak destinasi wisata Indonesia yang dapat dikenal lebih jauh, baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kami turut mendukung dan mengapresiasi program Tenaga Kerja Impian yang digagas oleh RedDoorz ini. Dengan program ini, generasi milenial bisa menggunakan media sosial untuk berkreativitas dan hal bermanfaat lainnya terutama untuk mempromosikan pariwisata Indonesia," jelas Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kementerian Komunikasi dan Informatika, HenriSubiakto.

Henri berharap keindahan destinasi-destinasi wisata di Indonesia bisa terpromosikan hingga ke wisatawan mancanegara. Untuk berpartisipasi pada program ‘Tenaga Kerja Impian’, masyarakat dapat membuat konten foto atau video tentang cerita perjalanan dengan durasi satu menit bertema ‘Cara Saya Mempromosikan Pariwisata Indonesia di Mata Dunia’.

Konten tersebut kemudian diunggah pada akun Instagram dengan caption yang menjelaskan tema terkait, bersama tagar #BukaReddoorz dan #TenagaKerjaImpian, serta mem-follow dan tag akun @redddoorzid. Pendaftaran terbuka mulai 12 Agustus sampai dengan 16 September 2019.

Sepuluh peserta dengan konten paling menarik dan kreatif akan diundang untuk melakukan sesi wawancara dengan tim RedDoorz Indonesia. Kemudian, tiga peserta yang memenuhi kriteria berkesempatan untuk traveling ke berbagai destinasi wisata di Indonesia selama tiga bulan.

Seluruh biaya perjalanan dan penginapan ditanggung oleh RedDoorz, dan masing-masing tenaga kerja akan memperoleh penghasilan sebesar Rp 10.000.000 setiap bulannya.

Selebriti dan Travel Content Creator Indonesia Gading Marten, juga turut mendukung program ‘Tenaga Kerja Impian’ untuk generasi milenial ini. “Saya senang dapat terlibat dalam sebuah upaya yang mengkombinasikan kreativitas dan promosi wisata," ujar Gading.

Menurutnya, jika selama ini akun media sosial hanya dimanfaatkan untuk menampilkan diri, maka melalui program ‘Tenaga Kerja Impian’ seorang pemilik akun dapat memperoleh penghasilan yang sangat baik.

Melalui program ini, RedDoorz mewujudkan impian banyak orang untuk bepergian dan tetap tampil produktif. Sebagai Tenaga Kerja Impian, tugas dan tanggung jawab pemenang nantinya mencakup: mengunjungi destinasi wisata Indonesia, membuat konten media sosial dari perjalanan tersebut, serta mengambil alih media sosial RedDoorz untuk membagikan cerita mereka.

“Harapan kami melalui program ‘Tenaga Kerja Impian’ adalah meningkatkan kunjungan wisatawan ke berbagai lokasi wisata di Indonesia. Di saat yang sama, juga mengajak masyarakat menghasilkan konten yang bermanfaat dan dapat menginspirasi orang lain dalam mempromosikan pariwisata Indonesia,” tutup Sandy.

Artikel Asli