Gara-gara Uang Rp 14 ribu, Nenek Iyah Dibunuh dan Dibakar Tetangga

kumparan Dipublikasikan 10.26, 16/09/2019 • Nur Khafifah
Ilustrasi Penyandraan. Foto: Thinkstock

Unit Reserse Mobile Polsek Banjarwangi dan Polres Garut menangkap seorang pemuda berinisial AA (22) di Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut. AA diduga membunuh dan membakar nenek Iyah (65) asal Desa Jayabakti, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, menyebut bahwa aksi pembunuhan dan pembakaran yang dilakukan AA terjadi pada Sabtu (14/9).

"Aksi AA ini dipicu rasa sakit hati karena ucapan korban kepada ibundanya saat menagih utang sebesar Rp 14 ribu dua minggu sebelum melakukan aksi pembunuhan dan pembakaran," ujarnya di Mapolres Garut, Senin (16/9).

Karena sakit hati tersebut, muncul rasa kesal dan dendam dalam diri AA kepada korban.

Pada Sabtu (14/9) saat hendak mencari madu, AA berpapasan dengan Iyah di pesawahan. Saat itu rasa dendamnya semakin membara. AA kemudian mengambil golok lalu mendekati Iyah dan menebaskan goloknya ke sejumlah bagian tubuh.

Aksi tersebut dilakukan AA hingga Iyah meninggal dunia. "Saat dipastikan meninggal dunia, AA membawa tubuh Iyah ke saung yang ada di sekitar pesawahan. Ia kemudian menutupi tubuhnya dengan injuk dan membakarnya. AA sendiri langsung melarikan diri," kata Budi.

Kebakaran yang membakar saung tempat istirahat para petani itu membuat warga kaget. Awalnya warga menduga peristiwa itu sebagai kebakaran biasa.

Saat api padam, salah satu anak korban menemukan jenazah ibunya di antara puing-puing saung yang terbakar. Mengetahui hal tersebut, ia bersama warga melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian.

"Menerima laporan itu, kita langsung melakukan penyelidikan, dan hasil dari penyelidikan, Iyah ini merupakan korban pembunuhan. Dan saat itu kita menyimpulkan bahwa AA adalah pelakunya, dan langsung kita lakukan pengejaran," ungkapnya.

AA akhirnya ditangkap tim Resmob dan Unit Serse Polsek Banjarwangi saat tengah melarikan diri di wilayah Kecamatan Cibiuk. "Tersangka AA ini juga terpaksa kita berikan tindakan terukur. Kita tembak kakinya karena berusaha melawan dan melarikan diri saat ditangkap," katanya.

Selain menangkap tersangka, Budi menyebut pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa golok yang digunakan untuk menebas korban, hingga korek api yang digunakan untuk membakar.

"Atas perbuatannya AA terancam hukuman maksimal seumur hidup," kata Budi.

Artikel Asli