Gara-gara Mudik, Pria Ini Terpaksa Karantina Mandiri di Mobil Selama 7 Hari

kumparan Dipublikasikan 00.23, 02/06 • Infootomotif
Madhaba Patra, pria yang melakukan karantina mandiri di mobilnya selama 7 hari. Foto: Cartoq

Demi mencegah penyebaran virus corona, masyarakat dihimbau dan diharapkan untuk tidak berpergian jauh sementara waktu, begitu pun juga dengan pulang kampung.

Jika masih nekat, para pemudik diminta untuk melakukan karantina mandiri selmaa 14 hari sebelum bertemu dengan keluarganya.

Hal ini pun juga dialami oleh seorang warga di India. Madhaba Patra, seorang warga Odisha yang ingin pulang setelah melakukan pekerjaannya.

Namun, niatnya ini justru mengalami beberapa kendala. Dirinya harus mendapatkan surat izin berpergian yang mengharuskan dirinya menjalani tes deteksi corona dan melakukan karantina.

Setelah mendapatkan surat tersebut, ia langsung menancap gasnya untuk kembali ke kampung halamannya.

Namun, karena terjadi cuaca buruk, ia memutuskan untuk beristirahat sejenak di sebuah perkambungan di daerah Dolaba.

Setibanya disana, warga setempat mendatangi kediamannya dan meminta ia untuk melakukan karantina kembali sebelum menetap. Warga setempat bersikeras dan tidak memperdulikan surat izin yang menyatakan bahwa Patra negatif dari virus corona.

Madhaba Patra, pria yang melakukan karantina mandiri di mobilnya selama 7 hari. Foto: Cartoq

Ia pun pergi ke kepolisian setempat guna memohon bantuan atas keraguan warga setempatnya ini. Patra pun diizinkan oleh pihak kepolisian setempat untuk tinggal di rumahnya.

Namun, warga tetap bersikeras bahwa Patra harus melakukan karantina guna memastikan bebas dari COVID-19. Patra pun akhirnya menyetujui keinginan warga, namun enggan untuk masuk ke pusat karantina, melainkan karantina mandiri di mobilnya.

Ia hanya keluar dari mobilnya untuk menggunakan toilet, dan melakukan segal aaktivitasnya di mobilnya. Setelah 7 hari berlalu, ia baru diperbolehkan tinggal di kediamannya.

(MFB)

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.

Artikel Asli