Gara-gara Cukur Alis, Siswi SMA Diteriaki Anak Jin oleh Bu Guru di Ruang Kelas

Tribunnews.com Dipublikasikan 04.24, 21/01/2020
Pelajar SMA di Kandis OI inisial T

Laporan Wartawan Sripoku.com, Resha

TRIBUNNEWS.COM, INDRALAYA - Salah seorang siswi di SMA di Kandis Ogan Ilir, diberlakukan tidak wajar oleh gurunya.

Siswi berinisial T (17) ini, sempat dibilang anak jin oleh gurunya.

Selain itu, T juga mengaku disuruh bersumpah di atas alquran dan dikatain 7 keturunan tidak selamat.

Kelakuan itu, T dapatkan karena ia tak bisa menjawab pertanyaan guru tersebut perihal alasanya dirinya mencukur alis.

Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (16/1/2020) pagi, usai piket.

Saat masuk jam pertama, para siswa kelas XI tersebut diabsen satu per satu oleh Guru berinisial A yang memegang jam pelajaran saat itu.

"Pas nama saya dipanggil, saya disuruh ke depan. Ditanya kenapa alis itu, saya diam. Ditanya lagi, langsung disuruh bersumpah di atas Al Quran dan dikatain 7 keturunan tidak selamat. Lalu disuruhnya merangkak keliling lapangan. Saya sempat dikatain anak jin," ujarnya saat diwawancarai, Senin (20/1/2020).

Saat guru lengah, Ia sempat berlari karena malu.

Namun ternyata aksinya diketahui guru tersebut.

"Guru tadi menghampiri, posisi saya masih merangkak, saya ditendangin di pinggang sebelah kiri sampai saya terguling. Kemudian saya disuruh ulangi merangkak dari awal," ungkapnya.

Karena kejadian itu, ia merasa malu dan merasa kesakitan di pinggang sebelah kiri.

Ia juga bingung, lantaran merasa tidak ada masalah dengan oknum guru itu sebelumnya.

Apalagi, ia mengaku mencukur alis itu bukan karena disengaja.

Ia mengatakan, alisnya dicukur lantaran karena terpotong.

"Alis saya terpotong, jadi dibenerin tante di salon. Saya tidak begitu tahu kalau tidak boleh cukur alis," kata dia.

Usai kejadian tersebut, ia merasa malu untuk kembali bersekolah di sekolah tersebut.

Karena pasca kejadian, ia mengalami bullying dari siswa-siswa lain.

"Sudah tiga hari tidak sekolah, setelah kejadian (karena malu)," jelasnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, pihak Sekolah melalui Wakil Kesiswaan SMAN 1 Kandis, Muhammad Temmi mengatakan, pihaknya membantah adanya penendangan yang dilakukan oleh oknum guru di sekolah tersebut.

Ia mengatakan, hukuman yang dikenakan kepada siswinya itu dalam batas wajar.

"Kami tidak mungkin membunuh siswa kami, mereka itu anak-anak kami," ujarnya saat dikonfirmasi via telfon.

Ia mengatakan, saat ini pihak sekolah telah memanggil guru yang bersangkutan untuk menjelaskan kejadian tersebut.

"Sudah kita panggil," jelasnya.

Kejadian serupa di Batam

Kejadian serupa terjadi di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.

Ar, seorang siswi SMK yang ada di Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau (Kepri), akhirnya memilih untuk berhenti sekolah. 

Hal ini dilakukan siswi tersebut lantaran malu karena terus-terusan menjadi ejekan teman-temannya.

Hal ini terjadi setelah siswi tersebut sebelumnya pernah diteriaki perempuan nakal oleh gurunya sendiri yang mengajar bidang studi agama di lokasi umum. 

Dari sanalah dirinya kemudian mendapatkan ejekan dari teman-temannya hingga dirinya malu dan memutuskan untuk tidak lagi kesekolah.

Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri, Erry Syahrial yang dihubungi melalui telepon membenarkan akan hal tersebut.

Erry mengaku hal ini menjadi perhatian serius pihaknya.

“Tidak seharusnya seorang pengajar berlaku seperti itu, apalagi terhadap anak muridnya sendiri,” kata Erry, Minggu (19/1/2020).

Erry mengaku secepatnya akan berkoordinasi dan melaporkan hal ini ke Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Muhammad Dali.

”Saya belum sempat bertemu dengan kepala Dinas Pendidikan, Insya Allah Senin (20/1/2020) saya beserta komisioner lainnya akan menyurati Disdik untuk memperjuangkan hak anak tersebut,” ujar Erry.

Ditanyai apa permasalahan sebenarnya hingga guru itu meneriaki muridnya perempuan nakal ais lonte di lokasi umum, Erry megaku belum tahu pasti.

Namun, apa pun kesalahan murid, tidak semestinya seorang guru mengeluarkan kata-kata tidak terpuji kepada siswanya, apalagi dengan meneriakinya di lokasi umum.

“Itu bukan cerminan seorang guru, seharusnya guru itu merupakan contoh, bukan malah berlaku kurang ajar kepada peserta didiknya. Guru kan tugasnya mendidik, kalau ada salah di muridnya, sudah seharusnya dididik,” terang Erry.

Erry menyebut, Ar sudah berada di Kota Batam di kediaman kakeknya.

Ar di Batam untuk melanjutkan pendidikannya karena Ar sudah terlanjur malu pasca-diteriakin perempuan nakal oleh guru tersebut.

“Ar sangat trauma pasca-kejadian tersebut,” ungkap Erry.

Erry mengatakan, sebelum ke Batam, Ar sempat ke Tanjungpinang untuk melanjutkan sekolahnya.

Namun, karena nilainya banyak yang tidak mencukupi, rencananya Ar ingin mengambil Paket C di Batam.

“Tapi, paket C itu pilihan terakhir Ar, menurut saya ini harus ada solusinya, saya sudah berkomunikasi dengan guru yang bersangkutan, bahkan kepala sekolahnya juga saya tegur,” terang Erry.

Erry mengatakan, apa yang dialami Ar sangat bertentangan dengan Perda Perlindungan Anak.

Erry berharap tidak ada anak yang putus sekolah, apalagi karena masalah yang dianggapnya bisa diselesaikan oleh pihak sekolah.

“Setidaknya kasus ini dapat menjadi contoh untuk guru-guru lainnya agar tidak memperlakukan anak-anak didiknya di depan umum,” pungkas Erry.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diteriaki Lonte oleh Guru, Siswi SMK Ini Berhenti Sekolah" DAN di sripoku.com dengan judul BREAKING NEWS :Gara-gara Alis, Siswi di Kandis OI Mengaku Dikatain Anak Jin & Ditendang Gurunya

Artikel Asli