Gara-Gara Wiper Kaca Mobil, SIM Pengemudi Tesla Dicabut

Otosia.com Dipublikasikan 14.15, 04/08

Otosia.com -

Tesla sering kali memproklamirkan diri sebagai kendaraan yang tak sekadar mobil listrik biasa. Teknologi yang tersemat pada Tesla menjadi senjata lain untuk menarik minat konsumen.

Salah satunya adalah layar sentuh besar yang ada pada semua model Tesla. Layar sentuh itu menjadi pusat pengendalian fitur-fitur mobil Tesla, seperti menyalakan wiper kaca depan.

Dengan begitu, jika ingin menyalakan fitur semacam wiper maka pengemudi harus mengalihkan fokus dari jalan ke layar sebentar. aktivitas seperti itu rupanya cukup berbahaya.

 (kpl/tys)

Dilansir dari Motor und Sport, seorang pengemudi Tesla Model 3 sampai menabrak pada Maret 2019 lalu saat menyesuaikan wiper melalui layar sentuh itu. Dia menabrak beberapa pohon dan kabar baiknya dia tidak terluka.

Tetapi pihak berwenang menganggap hal ini sebagai kasus mengemudi yang salah. Sehingga pengemudi itu didenda EUR 200 atau Rp 3,4 jutaan (Kurs EUR 1 = Rp 17.267) dan polisi menangguhkan SIM pengemudi tersebut selama sebulan.

Pengemudi tak terima atas keputusan polisi dan berjuang di jalur hukum melalui pengadilan. Tapi sia-sia, pasalnya hakim sepakat dengan polisi.

Pengadilan Tinggi Regional di Karlsruhe bahkan menetapkan layar sentuh Tesla yang memiliki banyak perangkat elektronik dan pengemudi menyebabkan kecelakaan. Pengemudi pun mengklaim bahwa layar sentuh itu juga berfungsi sebaga speedometer.

Tapi pengadilan tetap tidak setuju. Sebab, menyalakan wiper butuh proses waktu yang tak sebentar karena harus memilih fungsi pada menu.

Satu hal yang menjadi sorotan adalah, Tesla, termasuk pada Model 3 dilengkapi dengan sakelar kontrol wiper pada setir. Menggunakan sakelar itu dianggap lebih aman ketimbang menggunakan layar sentuh.

 Interior Tesla (Carbuzz)
Interior Tesla (Carbuzz)
Artikel Asli