Gantikan Putrinya Wisuda, Air Mata Bochari Terus Mengucur

Inibaru.id Dipublikasikan 08.30, 12/08 • inibaru.id
Bochari, ayah Musdalifa datang menghadiri wisuda menggantikan putrinya yang telah tiada. (Saudaragarnews)

Usai menerima piagam dan ijazah putrinya yang telah meninggal, air mata Bochari pecah saat turun dari panggung. Tamu di acara wisuda UIN Alauddin Makassar pun ikut terharu karena hal ini.

Inibaru.id –Musdalifa Arif (20) meninggal hanya beberapa bulan sebelum wisuda. Padahal, mahasiswi jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Alauiddin, Makassar, Sulawesi Selatan ini sudah mempersiapkan pakaian untuk menyambut hari kelulusannya. Sang ayah pun menggantikannya untuk datang ke acara tersebut.

Rekan Musdalifa selama kuliah, Dian Purnama Sari menyebut temannya dikenal sebagai mahasiswi dengan pembawaan yang ceria.

“Kesehariannya ceria, aktif berorganisasi. Sejak ketemu di jurusan, pasti teriak memanggil orang,” kenang Dian pada Selasa (11/8/2020).

Buchori membawa foto anaknya saat wisuda. (Tribun Timur/Alfian)

Selain itu, Musdalifa dikenal sebagai mahasiswa yang tekun dan cerdas. Buktinya, IPK-nya mencapai 3,90 dan kuliahnya bisa selesai dengan cepat. Saat mengurus skripsi, Musdalifa sangat serius melakukannya. Dia bahkan sudah menyiapkan baju untuk perayaan wisuda. Kedua orang tuanya juga sudah disiapkan tempat spesial di hari kelulusan.

“Kebetulan kemarin kepengurusan skripsi dari pagi sampai sore nanya pakai baju apa nanti. Dia memang orang yang selalu bekerja dengan serius dari awal sampai terakhir,” lanjut Dian.

Ayah Musdalifa, Muh Arif Bochari (50) datang ke wisuda almarhumah putrinya yang telah. Dia mendapatkan piagam dan ijazah sang buah hati dari rektor. Sempat berusaha tegar, air matanya nggak lagi bisa dibendung usai turun dari panggung. Tamu yang hadir pun ikut terharu melihatnya.

Proses wisuda. (Antara/Abriawan Abhe)

Musdalifa meninggal karena kecelakaan tunggal usai menjenguk temannya yang ada di Kabupaten Bulukumba pada Mei 2020 silam. Sebenarnya, dia ingin melanjutkan pendidikannya di Kediri, Jawa Timur. Sayangnya, takdir berkata lain.

“Kemarin, sebelum wisuda, dia rencana ke Kediri dan setelah dari Kediri mau ambil S2. Anak saya sudah pernah bilang kalau saya harus duduk di tempat VIP saat acara wisuda,” ucap Bochari di kampus UIN Alauiddin, Selasa (11/8).

Meski sedih karena buah hatinya sudah tiada, Bochari bangga dengan predikat cum laude yang didapat anaknya. Dia tahu anaknya berusaha sebaik mungkin membahagiakannya.

“Bersedih sih, tapi saya bangga karena dia lulus dengan predikat cum laude,” pungkas Bochari.

Jadi sedih ya Millens, semoga saja amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. (Det/IB09/E05)

Artikel Asli