Ganti Nama, Terminal 2 Bandara Soetta Jadi Terminal 2 Traveloka

Katadata Dipublikasikan 06.40, 15/09/2019 • Sorta Tobing
Antrian di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta

Traveloka, perusahaan teknologi penyedia travel dan lifestyle booking platform, secara resmi memperkenalkan Terminal 2 Traveloka, Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Kolaborasi untuk terminal bandara seperti ini merupakan yang pertama di dunia.

“Bekerja sama dengan Angkasa Pura II, kami menjadikan Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta bertajuk Gateway to Experiences yang akan memberikan pengalaman terbaik bagi semua orang,” ujar CMO Transport Traveloka Dionisius Nathaniel dalam siaran persnya kemarin, Sabtu (14/9).

Perusahaan berencana memberikan inspirasi dan pengalaman penggunanya. Nantinya, para pengunjung bandara dapat memberikan masukan atau ide untuk menghadirkan pengalaman yang lebih menarik, nyaman, dan tak terduga.

Dengan kerja sama ini, Traveloka menjadi perusahaan teknologi pertama di dunia yang memiliki hak penamaan termasuk menyediakan berbagai pelayanan dan instalasi untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Traveloka secara bertahap akan menyediakan layanan eksklusif namun dapat diakses dengan mudah bagi para penggunanya, seperti lounge dan sistem check-in.

Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta kini telah berusia 27 tahun. Bandara tersebut termasuk dalam 20 bandara tersibuk di dunia, yang mengakomodasi hingga 63 juta penumpang.

Sementara, aplikasi Traveloka telah diunduh lebih dari 40 juta kali. Lebih dari 120 mitra maskapai dan 200 ribu rute ke seluruh dunia ada di dalam aplikasi tersebut.

Traveloka Kumpulkan Pendanaan Baru Senilai Rp7,1 Triliun

Traveloka sebelumnya dikabarkan tengah dalam pembicaraan untuk mengumpulkan dana segar sebesar US$ 500 juta atau sekitar Rp7,1 triliun. Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, putaran pendanaan itu akan ditutup dalam dua bulan ke depan.

Dikonfirmasi mengenai kabar tersebut, Senior Vice President Financial Products Traveloka Alvin Kumarga mengatakan belum dapat memberikan informasi. "Kami belum ada informasi tentang itu, itu dari internal. (Sehingga) belum bisa kami disclose (ungkapkan)," katanya pada 4 September lalu di Jakarta.

Mengutip The Wall Street Journal, pada akhir Juli lalu, investasi yang masuk akan meningkatkan valuasi Traveloka menjadi US$ 4,5 miliar (sekitar Rp63,9 triliun). Namun, tidak disebutkan secara rinci investor mana saja yang bakal berpartisipasi dalam pendanaan ini.

Kabar Traveloka mencari pendanaan baru sebenarnya sudah berhembus sejak akhir tahun lalu. Namun, salah satu unicorn Tanah Air itu enggan berkomentar.

Berdasarkan data Crunchbase, Traveloka sudah mengumpulkan modal US$ 920 juta atau sekitar Rp13,1 triliun. Pada akhir 2017, Traveloka dikabarkan menerima investasi sekitar US$ 500 juta. Beberapa investor yang terlibat dalam pendanaan itu adalah East Ventures, Hillhouse Capital Group, JD.com, dan Sequoia Capital.

Startup ini juga mendapat dana segar dari Expedia US$ 350 juta pada Juli 2017. Traveloka adalah startup teknologi pertama Indonesia yang mengembangkan bisnisnya ke Asia Tenggara. Layanannya tersedia di Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura dan Filipina. Perusahaan ini juga terus berinovasi mengembangkan beragam produk.

Hingga saat ini Traveloka memiliki empat bidang bisnis utamanya, mulai dari layanan di bidang transportasi, akomodasi penginapan atau hotel, gaya hidup dan liburan melalui fitur Traveloka Xperience, dan yang teranyar financial service berupa sistem cicilan melalui fitur Paylater dan asuransi melalui fitur Traveloka Protect.

Artikel Asli