Ganjil Genap Berlaku di 25 Ruas Jalan di Jakarta, Ini Daftarnya

Kompas.com Dipublikasikan 00.12, 10/08 • Ruly Kurniawan
ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA
Petugas gabungan mengatur lalu lintas kendaraan dari luar kota saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/4/2020). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar menerapkan PSBB selama 14 hari dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembatasan kendaraan bermotor roda empat pribadi melalui sistem ganjil genap berdasarkan nomor polisi resmi berlaku efektif hari ini, Senin (10/8/2020).

Meski masih di tengah kondisi pandemi virus corona alias Covid-19, aturan hukum yang berlaku atas metode tersebut masih sama dengan sebelumnya. Para pelanggar bisa dikenakan denda maksimal Rp 500.000.

"Berlaku efektif pada 10 Agustus 2020 ini, aturannya masih sama sesuai dengan Undang-undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 terkait rambu," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dihubungi, Minggu (10/8/2020).

Baca juga: Mulai Besok, Pelanggar Ganjil Genap Kena Tilang Rp 500.000

 

Adapun tujuan diberlakukan kembali ganjil genap, kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo, untuk menekan pergerakan orang. Selain agar tidak terjadi kepadatan lalu lintas, hal ini pun sebagai pelangkap mencegah penyebaran wabah Covid-19.

"Alasan pertama karena kondisi lalu lintas sekarang ini sudah sangat padat sekali. Pada beberapa ruas jalan seperti di Jakarta Selatan, bahkan angkanya terus tumbuh dan melebihi dari kodisi normal saat sebelum ada pandemi," katanya belum lama ini.

Menurut Syafrin, pada saat PSBB transisi ada pengaturan soal masalah kapasitas di perkantoran yang hanya boleh 50 persen. Artinya, sebagaian karyawan kerja di kantor dan sebagian tetap work from home (WFH), dan yang di kantor itu pun dibagi lagi dalam dua shif kerja.

Alhasil, kepadatan mampu diurai baik di simpul-simpul transportasi umum serta jalan raya. Tapi dari hasil evaluasi yang terus dilakukan ternyata pada beberapa titik pantauan terjadi peningkatan volume kendaraan.

Baca juga: Masih Tahap Sosialisasi, 1.745 Pengendara Melanggar Ganjil Genap

 

"Ditambah, tidak ada lagi instrumen pembatasan pergerakan orang di Jakarta usai SIKM ditiadakan pada 14 Juli 2020, menyebabkan warga dapat melakukan mobilitas sepanjang hari di tengah pandemi," kata Syafrin.

Sehingga Dishub DKI dan berbagai pihak terkait melakukan kajian ulang hingga diputuskan ganjil genap kembali diterapkan usai ditiadakan sejak Maret lalu.

Terkait ruas jalan mana saja yang masuk dalam area ganjil genap, setidaknya ada 25 simpul. Berikut daftarnya;

1. Jalan Medan Merdeka Barat
2. Jalan MH Thamrin
3. Jalan Jenderal Sudirman
4. Jalan Jenderal S Parman, mulai simpang Jalan Tomang Raya sampai Jalan Gatot Subroto
5. Jalan Gatot Subroto
6. Jalan MT Haryono
7. Jalan HR Rasuna Said
8. Jalan DI Panjaitan
9. Jalan Jenderal Ahmad Yani, mulai simpang Jalan Bekasi Timur Raya sampai dengan simpang Jalan Perintis Kemerdekaan

10. Jalan Pintu Besar Selatan
11. Jalan Gajah Mada
12. Jalan Hayam Wuruk
13. Jalan Majapahit
14. Jalan Sisingamangaraja
15. Jalan Panglima Polim
16. Jalan Fatmawati, mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang
17. Jalan Suryopranoto
18. Jalan Balikpapan
19. Jalan Kyai Caringin
20. Jalan Tomang Raya
21. Jalan Pramuka
22. Jalan Salemba Raya sisi barat dan Jalan Salemba Raya sisi timur, mulai simpang Jalan Paseban Raya sampai dengan simpang Jalan Diponegoro
23. Jalan Kramat Raya
24. Jalan Stasiun Senen
25. Jalan Gunung Sahari

Penulis: Ruly KurniawanEditor: Aditya Maulana

Artikel Asli