Ganjar soal Prabowo Jadi Menhan: Ramalan Santri Terbukti

kumparan Dipublikasikan 17.33, 21/10/2019 • Fadjar Hadi
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai acara Pengucapan Sumpah dan Janji Anggota DPRD Jateng periode 2019-2025 di Komplek Gubenuran, Jalan Pahlawan, Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto telah bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Senin (21/10). Usai pertemuan, Prabowo mengaku diminta Jokowi membantunya di kabinet, khususnya di bidang pertahanan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengomentari hal itu. Menurutnya, terbukanya peluang Prabowo Subianto menjadi salah satu menteri dalam Kabinet Kerja Jokowi - Ma'ruf Amin tidak terlepas dari peran santri.

Sambil berkelakar, Ganjar menyebut sejak 2016 santri telah "meramalkan" hal tersebut. Menurutnya, selama ini santri dikenal dengan beragam doa-doanya yang terkadang berbau ramalan. Salah satu buktinya adalah Prabowo Subianto pernah disebut salah seorang santri Ponpes Tegalrejo Magelang sebagai menterinya Presiden Joko Widodo.

"Yang paling legend dari santri adalah doanya yang kadang berbau ramalan," kata Ganjar di hadapan ribuan santri yang tengah mengikuti acara Jateng Bersalawat di lapangan Gandirejo Sedan Kabupaten Rembang, Senin (21/10) malam.

Beberapa waktu lalu, kata Ganjar, seorang santri tiba-tiba viral saat menjawab tantangan Presiden Jokowi untuk menyebut tiga nama menteri. Santri asal Pekalongan tersebut dengan yakin menyebut, Megawati, Ahok dan Prabowo sebagai menteri. Kejadian tersebut berlangsung saat peringatan Isra Mi'raj tahun 2016 silam di Ponpes Tegalrejo Magelang.

"Lha kok sesuai, tadi Pak Prabowo datang ke Istana mengatakan siap membantu pak Jokowi sebagai salah satu menterinya," katanya.

Prabowo Subianto datang ke istana bersama Edhy Prabowo menemui Presiden Jokowi. Dalam jumpa persnya Prabowo mengatakan diminta oleh Presiden untuk masuk ke kabinet dan santer disebut bakal mengisi posisi Menteri Pertahanan. Ganjar mengatakan hal tersebut merupakan bentuk harmonisasi dan persatuan Indonesia.

Bahkan Ganjar menyebut harmonisasi tersebut semakin bisa dirasakan masyarakat. Terlebih saat prosesi pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Minggu (20/10) kemarin.

"Hampir-hampir tidak ada yang berceletukmaupun berteriak yang tidak sesuai. Semuanya gembira," katanya.

Hal tersebut semakin lengkap dengan suasana yang sepenuhnya baru. Menurutnya itu pertanda positif bagi jalannya roda pemerintahan di bawah Kepemimpinan Presiden Jokowi dan Ma'ruf Amin.

"Kemarin diundang menyaksikan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Suasananya serba baru, protokoler baru dan suasana persatuannya luar biasa," katanya.

Artikel Asli