Ganjar Ngaku Pernah Dikirimi Pesan oleh Ratu Agung Sejagat Lewat Instagram

Kompas.com Regional Dipublikasikan 09.42, 20/01/2020 • David Oliver Purba
Dok Istimewa
Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso dan Sang Ratu, Fanni Aminadia(Dok Istimewa)

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku pernah dikirimi sebuah pesan atau direct message oleh Ratu Keraton Agung Sejagat Fanni Aminadia, ke akun Instagramnya @ganjar_pranowo.

Ganjar mengatakan, hal itu ia ketahui saat stafnya memberi tahu ada seseorang yang mengirimi Ganjar pesan.

Ganjar membaca pesan itu kemudian melihat akun pengirim.

"Hahahaha, ketika ada salah satu staf saya melihat IG saya, tiba-tiba dia membaca, 'Pak Gubernur ada yang DM, coba baca'. Saya cari akunnya, saya buka akunnya, ternyata permaisuri ini rupanya," ujar Ganjar mengutip dari KompasTV, Senin (20/1/2020).

Ganjar mengatakan, pesan yang dikirim Fanni sama persis yang diposting di IGnya berbentuk surat terbuka.

Dalam surat terbuka di IG Fanni, ia menyanggah telah menyebarkan kebohongan dan memohon keadilan kepada Ganjar.

Setelah dibaca, Ganjar kemudian membalas dengan memberikan pertanyaan.

Ganjar menanyakan alasan Fanni mendeklarasikan Keraton Agung Sejagat serta apakah Fanni dan Raja Agung Sejagat Toto Santoso adalah pasangan suami istri.

Namun, setelah ditunggu, tak ada balasan dari Fanni.

"Belum sempat dijawab, saya tunggu-tunggu, saya nonton televisi, rupanya dia sudah ditangkap polisi. Sampai hari ini tidak dijawab. Apakah itu goresan terakhirnya di IG dan dan DM saya, saya enggak tahu," ucap Ganjar.

Sebelumnya, keberadaan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah, membuat heboh masyarakat.

Polisi menersangkakan Totok Santoso dan Fanni Aminadia yang mengaku raja dan ratu keraton tersebut.

Kedua tersangka dijerat pasal penipuan. Keduanya meminta pungutan dari pengikutnya.

Bahkan, ada yang menyetor hingga Rp110 juta.

Selain penipuan, keduanya juga dijerat Pasal 14 UU RI Nomor 1 tahun 1946 tentang menyiarkan berita atau pemberitaan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran.

Sejumlah barang bukti disita, termasuk dokumen yang diduga dipalsukan pelaku.

Editor: David Oliver Purba

Artikel Asli