Ganjar Ingin Eks Keraton Agung Sejagat Jadi Desa Wisata

Kompas.com Dipublikasikan 09.21, 22/01/2020 • Kontributor Semarang, Riska Farasonalia
KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginginkan eks Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah, dijadikan salah satu destinasi wisata di Jawa Tengah.
Hal ini setelah Ganjar ke lokasi Keraton Agung Sejagat yang terletak di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Selasa (21/1/2020).
Menurut Ganjar. lokasi keraton tersebut sangat eksotis dengan didukung pemandangan sawah yang membentang luas berada di sebelah barat keraton.

Baca juga: Ganjar Sambangi Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Ingatkan Warga Agar Tak Mudah Tertipu
Sementara di sisi timur terdapat Sungai Jali selebar 25 meter.
"Nanti dibangun bagus, ada singgasana, kolam, pendopo dan istana, terus jadi desa wisata. Setiap bulan atau tahun bikin event. Kan banyak kuliner dan keseniannya, kan sayang kalau ditiadakan kan sudah terkenal desa ini. Sudah ramai banget," kata Ganjar saat dikonfirmasi, Rabu (22/1/2020).
Nama Keraton Agung Sejagat ini memang tengah jadi primadona di dunia maya.

Bahkan selama beberapa hari sempat trending di medsos, pertama waktu kirab dan saat raja serta ratunya ditangkap.
Namun sejak awal kabar itu viral, Ganjar hanya menanggapi sebagai peristiwa lucu-lucuan saja.
"Tidak seserius itu. Ini keraton harus lucu. Masyarakat maunya lucu-lucuan kok. Tapi kalau mau dirikan kerajaan dan pengin jadi raja izin dulu. Boleh. Yang tidak boleh itu bohong-bohongan. Kalau ada situsnya, ada urut-urutannya malah kita dorong," ujar Ganjar.
Dalam kunjungannya saat itu, Ganjar pun sempat berkeliling ke seluruh sisi-sisi keraton.

Ganjar melihat benteng yang terbuat dari batako dan bagunan calon pendopo.
Selain itu juga mengamati batu prasasti yang diukir indah dan sebuah kolam yang dikiranya sebagai Sendang Kamulyan.
Kedatangan Ganjar itu disambut ribuan masyarakat yang memadati sekitar keraton.

Ganjar juga disambut, Namono sang juru bangunan sekaligus penjaga keraton yang mengaku melakukan semua itu tanpa minta imbalan upah.
Dia dijanjikan, kelak ketika keraton berhasil berdiri, bakal didaulat sebagai abdi dalem.

Baca juga: Raja dan Ratu Minta Maaf, Keraton Agung Sejagat Bubar
Sementara itu, pendiri Keraton Agung Sejagat Toto Santoso dan Fanni Aminadia yang mengaku sebagai Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat telah ditangkap polisi karena kasus penipuan dan penyebaran berita bohong.

Belakangan, Toto mengaku kerajaan yang dia bangun adalah fiktif.

Penulis: Kontributor Semarang, Riska FarasonaliaEditor: David Oliver Purba

Artikel Asli