Gadis Yogyakarta Ini Namanya Hanya Satu Huruf, Ternyata Ini Makna di Baliknya

Merdeka.com Dipublikasikan 02.40, 08/08

                Gadis ini namanya hanya satu huruf. ©2020 dream.co.id
Setelah Dina Leni Ravia dan Pintaku Tiada Dusta, ada seorang warga yang memiliki nama unik lan. Untuk yang satu ini, namanya hanya terdiri dari satu huruf.

Kata pepatah, nama adalah sebuah do’a. Walaupun begitu, nama-nama yang dilekatkan kepada seseorang terkadang unik dan cukup mengherankan untuk didengar. Tapi tetap saja itu adalah do’a yang diberikan orang tua agar ke depannya anak ini bisa hidup bahagia.

Beberapa waktu lalu, warganet dihebohkan dengan seorang gadis asal Gunung Kidul yang memiliki nama unik, Dita Leni Ravia. Tak lama kemudian di daerah yang sama, muncul pula nama seorang pria yang namanya tak kalah unik, Pintaku Tiada Dusta.

Belum cukup sampai di situ, baru-baru ini warganet kembali dihebohkan dengan seorang gadis dengan nama yang tak kalah uniknya. Berbeda dengan dua nama yang viral sebelumnya, nama kali ini hanya terdiri dari satu huruf. Berikut selengkapnya:

Hanya Terdiri dari Satu Huruf

©2020 dream.co.id

Nama gadis ini hanya terdiri dari satu huruf, “Y”. Gadis ini tinggal di Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Uniknya, dia baru sadar kalau namanya hanya terdiri dari satu huruf ketika sudah duduk di bangku SMP.

Y bercerita, pada awalnya ayahnya ingin memberinya nama Dasih Utami. Namun saat mengurus akte kelahiran, ayahnya berubah pikiran dan mengganti namanya dengan satu huruf saja “Y”.

Punya Makna Mendalam

Slamet Sugiono, ayah Y, mengatakan kalau nama anaknya itu memiliki arti yang mendalam. Dalam huruf hijaiyah, Y merupakan huruf terakhir yang memiliki makna “kesempurnaan”.

“Saya memberinya nama Y karena itu merupakan sebuah kesempurnaan, penyempurna,” kata Slamet dikutip dari Dream.co.id pada Rabu (5/8).

Alasan Lain

Y saat ini sudah berusia 23 tahun. Dulunya, anak itu lahir di tengah krisis moneter yang melanda Indonesia. Saat krisis moneter, Slamet mengaku sulit mendapatkan uang. Sementara itu gajinya kecil karena hanya bekerja di koperasi bank pasar.

“Dulu kerja di koperasi bank pasar. Karena krisis, saya beri nama sedikit saja,” ungkap Slamet.

Hampir Tak Bisa Ikut Ujian Nasional

Selama menjalani hidup dengan nama uniknya, Y mengaku tidak pernah mendapat ejekan atau perundungan dari teman-temannya. Walau begitu, dia pernah memiliki masalah administrasi karena namanya tak bisa diinput saat ujian nasional SMP. 

Artikel Asli