Fresh Graduate Mau Gaji Rp8 Juta per Bulan? Coba Cek Standarnya

kumparan Dipublikasikan 13.50, 16/10/2019 • Michael Agustinus
Suasana Job Fair Indonesia Career Expo Jakarta 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (16/10/2019). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Pada Juli lalu, warganet dihebohkan dengan postingan lulusan baru mahasiswa atau fresh graduate Universitas Indonesia (UI) yang protes karena gaji yang ditawarkan perusahaan Rp8 juta per bulan. Lulusan baru tersebut menyebut gaji yang ditawarkan terlalu kecil untuk dirinya yang berasal dari kampus negeri dan terkenal.

Sebenarnya berapa standar gaji untuk fresh graduate?

Staf Human Resources Development (HRD) Morhan & Rekan, perusahaan akuntan publik, Alwi, mengatakan bahwa agak susah untuk memberikan gaji bagi lulusan baru hingga Rp8 juta per bulan. Sebab, rata-rata mereka belum punya pengalaman.

"Rp8 juta enggak masuk akal untuk fresh graduate. Paling gajinya di atas UMR, itu juga harus disesuaikan dengan skill dia," kata dia kepada kumparan dalam acara Indonesia Career Expo Jakarta di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (16/10).

Alwi mengatakan, perusahaan bisa memberikan gaji Rp8 juta hingga dua digit bagi mereka yang sudah pengalaman. Misalnya saja posisi senior auditor. Itu pun tetap harus melewati tahap seleksi yang ketat.

Senior Manager Sumber Daya Manusia PT Jakpro, Ira Kreshna, juga mengatakan hal yang sama. Bagi dia, agak susah untuk memberikan gaji Rp8 juta per bulan untuk lulusan baru. Sebab, rata-rata anak baru, pengalamannya juga baru.

Belum lagi, perusahaan juga harus memberikan semacam pelatihan bagi anak baru. Perusahaan harus investasi agar bisa memberikan pelatihan tersebut.

"Sebetulnya pemerintah sudah miliki standar upah yang ada ya. Mulai dari upah minimum regional, upah minimum kota, upah minimum sektoral. Jadi saya kira (Rp8 juta per bulan) terlalu jauh kalau dilihat dari angka saja," kata dia.

Suasana Job Fair Indonesia Career Expo Jakarta 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (16/10/2019). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Meski begitu, kata dia, tak menutup kemungkinan lulusan baru bisa mendapatkan gaji Rp8 juta per bulan jika kebutuhan pasarnya memungkinkan. Kata Ira, salah satu pekerjaan yang saat ini lumayan tinggi nilainya adalah sebagai web developer. Tapi meski posisi tersebut banyak dibutuhkan, belum tentu semua perusahaan mampu menggaji lulusan baru Rp8 juta per bulan.

"Nah, apakah demand-nya tinggi, tapi apakah Rp8 juta tadi relevan walaupun fresh graduate, yang menentukan adalah perusahaan karena punya standar sendiri," ujarnya.

Untuk Jakpro sendiri, saat ini gaji yang diberikan pada lulusan baru sudah sangat kompetitif. Tapi dia enggan menyebut angkanya. Jakpro banyak merekrut fresh graduate karena penugasan proyek yang diberikan Pemda DKI Jakarta cukup banyak, yang terbaru adalah penyelenggaraan Formula E tahun depan.

Sementara itu, staf HRD OTOgroup Ikhsan mengatakan, mungkin saja lulusan baru mendapatkan Rp8 juta per bulan. Di perusahaan tempatnya bekerja, ada yang seperti itu.

Posisi yang memungkinkan lulusan baru mendapatkan gaji Rp8 juta per bulan di OTOgrup salah satunya Credit Analyst Junior, asal kemampuannya setara dengan mereka yang sudah berpengalaman. Penentuan laik atau tidaknya disejajarkan dengan profesional juga harus dibuktikan dalam berbagai tes.

"Kalau di kami memungkinan (Rp8 juta) sebab ada beberapa posisi fresh graduate itu posisinya tinggi asal sesuai kebutuhan, termasuk skill yang dibutuhkan," kata dia.

Suasana Job Fair Indonesia Career Expo Jakarta 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (16/10/2019). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Lulusan Baru Minta Gaji Minimal Rp5 Juta per Bulan

Dalam acara Indonesia Career Expo yang digelar selama dua hari ini, kumparan mewawancarai juga para pencari kerja. Kebanyakan yang ditemui adalah lulusan baru.

Evelyne Pandjaitan, mengatakan datang ke sini karena ingin cari pekerjaan usai lulus dari Universitas Negeri Surakarta (UNS) Solo. Dia baru lulus September 2019.

"Ke sini cari pekerjaan yang sesuai bidang saya, akuntan. Ini kali kedua datang ke Career Expo setelah lulus. Kalau gaji, minimal Rp5 juta per bulan lah kira-kira," kata dia.

Pengunjung duduk usai mengelilingi Job Fair Indonesia Career Expo Jakarta 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (16/10/2019). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Evelyne mengaku Career Expo masih menjadi pilihan yang menarik bagi fresh graduate seperti dia. Sebab acara seperti ini memberikan banyak pilihan perusahaan.

Hal yang sama juga diutarakan Rizky Suftamdar. Lulusan dari Universitas Diponegoro ini mengatakan bagi fresh graduate, berharap gaji yang bisa didapatnya minimal Rp5 juta per bulan.

"Ya minimal Rp5 juta lah walaupun sambil cari pengalaman," kata dia.

Suasana Indonesia Career Expo 2019 di Balai Kartini, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (25/4). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Rizky mengatakan dengan datang ke pameran kerja memberikan banyak kesempatan untuk mengobrol dengan perusahaan yang ada.

Rizky yang datang bersama teman-temannya ini mengaku datang untuk mencari pekerjaan yang sesuai bidangnya, yakni Ilmu Perpustakaan. Jadi, dia mencari perusahaan yang butuh keahlian data saving management.

"Saya apply juga via website. Tapi kalau datang ke sini kita bisa ngobrol, komunikasi sama perusahaan. Siapa tahu mereka tertarik enggak hanya dengan CV kita tapi juga pembawaan kita," jelasnya.

Sementara Saidatul Aini, salah satu lulusan D3 Kebidanan di Jakarta tahun 2016, justru mengaku tak masalah jika gaji yang diterimanya nanti senilai UMR DKI Jakarta Rp3,8 juta. Menurut Saidatul, gaji tersebut dinilai cukup dibandingkan pekerjaan sebelumnya sebagai sales yang hanya mendapat Rp3 juta per bulan.

Artikel Asli