Fortnite Dihapus dari App Store, Epic Games Tuntut Apple

Liputan6.com Diupdate 01.56, 14/08 • Dipublikasikan 01.56, 14/08 • Andina Librianty
Fortnite
Fortnite x Avengers: Endgame (Doc: Epic Games)

Liputan6.com, Jakarta - Pengembang Fortnite, Epic Games, mengajukan gugatan terhadap Apple karena telah menghapus gim tersebut dari App Store.

Appe menghapus Fornite karena dinilai telah melanggar pedoman in-app payment (pembayaran di dalam aplikasi) perusahaan.

Apple menyebut fitur pembayaran langsung yang dirilis di Fortnite pada Kamis pagi (13/8/2020), sebagai sebuah pelanggaran. Epic menuntut Apple di pengadilan AS, dan tujuannya bukan untuk mendapatkan uang ganti rugi.

Epic dalam gugatannya menuntut Apple mengakhiri banyak praktik perusahaan terkait App Store.

"Apple telah menjadi apa yang dikritiknya: raksasa yang berusaha mengendalikan pasar, memblokir kompetisi, dan menghentikan inovasi. Apple lebih besar, lebih kuat, dan lebih merusak daripada monopolis-monopolis di masa lalu," jels Epic di dalam gugutan yang diajukan di Distrik Utara California, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (14/8/2020).

Epic juga "menyerang" Apple di media sosial. Perusahaan meluncurkan kampanye dengan tagar #FreeFornite, mendesak para pemainnya meminta pengembalian dana dari Apple jika mereka kehilangan akses ke gim tersebut. Selain itu, juga membuat parodi dari iklan televisi Apple "1984".

Dampak Terhadap Pemain Fortnite

Fortnite. (Doc: Epic Games)

Dihapusnya Fornite dari App Store, berarti para pemain baru tidak bisa mengunduh gim tersebut. Selain itu, para pemain lama tidak bisa menerima pembaruan, tapi akan tetap bisa berfungsi pada perangkat yang sudah memasangnya.

Epic Games tidak mengungkapkan jumlah pengguna iOS yang memainkan Fortnite.

Banyak gamer memainkan gim ini dari PC atau konsol gaming, sementara mereka biasanya menggunakan ponsel sebagai cadangan. Namun pengguna iPhone disebut menghasilkan pendapatan yang jauh lebih banyak untuk Epic.

Langkah Apple

Apple diketahui mengambil potongan antara 15 dan 30 persen untuk sebagian besar langganan dan pembayaran di dalam aplikasi-aplikasi di App Store. Para analis meyakini gim merupakan kontributor pengeluaran terbesar di dalam App Store.

Pihak Apple melalui pernyataannya mengatakan bahwa Fortnite telah dihapus karena Epic merilis fitur pembayaran dengan "tujuan yang jelas untuk melanggar pedoman App Stpre," setelah banyak aplikasinya ada di App Store selama satu dekade.

"Fakta bahwa kepentingan bisnis Epic kini mendorong mereka untuk pengaturan khusus, tidak mengubah fakta bahwa pedoman tersebut menciptakan level playing field untuk semua developer, dan membuatnya aman bagi pengguna," ungkap pihak Aple dalam pernyatan resminya.

(Din/Isk)

Artikel Asli