Film The Santri Dikritik Pedas: Tak Cerminkan Akhlak Pesantren

Tempo.co Dipublikasikan 05.05, 18/09/2019 • Istiqomatul Hayati
Salah satu adegan dalam film The Santri, Istimewa
Salah satu adegan dalam film The Santri, Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Film The Santri, yang digarap sutradara Livi Zheng menuai kontroversi. Film digarap bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini mendapat kritikan pedas dari pendakwah bernama Maaher Atthuwailibi.

Maaher mengkritisi beberapa adegan dalam film tersebut, yang menurutnya tidak mencerminkan kehidupan di pesantren.

"Sebuah film mengandung adegan saling tatap lelaki dan perempuan bukan mahrom," tulis dia dalam unggahannya di Instagram, Selasa, 17 September 2019.

Selain itu, Maher juga menyayangkan film tersebut diberi judul The Santri. Menurutnya, tidak ada perilaku santri seperti yang digambarkan di film Livi Zheng ini. "Santri mana? Santri liberal?" kata dia.

Unggahan Maaher tersebut juga menautkan foto Wirda Mansur, anak dari Ustad Yusuf Masur yang juga berperan dalam film tersebut. Unggahan tersebut juga kembali diunggah oleh Yusuf Mansur.

Dengan kata-kata santun, Yusuf menanggapi kritikan Maaher yang pedas tersebut. "Terima kasih Ustad Maaher, mohon doa antum dan semua para guru, untuk saya dan Wirda khususnya," kata Yusuf. Ia pun mendoakan kebaikan untuk Maaher dan keluarganya.

The Santri merupakan film garapan Livi dan menggandeng Gus Azmi, Veve Zulfikar, Wirda Mansur, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Livi mengatakan, film tersebut akan mulai syutingnya pada bulan ini dan akan tayang pada April 2020.

Artikel Asli