Ferdinand: Main HP di Pesawat, Apa Mumtaz Orang Bodoh?

Tagar.id Dipublikasikan 08.53, 15/08/2020
Ferdinand: Main HP di Pesawat, Apa Mumtaz Orang Bodoh?

Jakarta - Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean menegaskan, putra Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais, di pesawat Garuda Indonesia rute Gorontalo-Makassar pelanggaran yang mengancam keselamatan penumpang.

Ferdinand mengatakan, hal seperti itu tidak seharusnya dilakukan mantan anggota DPR RI. Lantas dia mengatakan tindakan tersebut sebagai langkah yang bodoh.

Tapi diluar soal sanksi pidana dalam UU Penerbangan, perbuatan Mumtaz Rais ini sungguh perbuatan bodoh, arogan dan sok jago

"Perbuatan yang tak patut dilakukan oleh seorang figur publik apalagi pernah menjabat sebagai anggota DPR, tokoh politik. Justru itu makanya saya bilang, itu kesan tindakan bodoh yang membahayakan nyawa manusia dan keselamatan penerbangan. Apakah Mumtaz orang bodoh?" tanya Ferdinand saat dihubungi Tagar, Sabtu, 15 Agustus 2020.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, apa yang dilakukan Mumtaz Rais tetap menggunakan ponsel di pesawat meski sudah mendapat teguran dari awak kabin adalah pelanggaran dan perbuatan yang dilarang karena membahayakan penerbangan dan keselamatan nyawa manusia.

Dia menjelaskan, sesuai undang-undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan melarang penggunaan perangkat elektronik yang dapat mengganggu navigasi pesawat, aturan itu tercantum di Pasal 54 huruf f Undang-undang Penerbangan.

Selanjutnya, kata Ferdinand, pada pasal 412 ayat 5 terdapat sanksi pidana penjara selama dua tahun atau denda paling banyak Rp 200 juta rupiah.

"Ini pelanggaran yang sebetulnya tak perlu ada yang melaporkan tapi ini delik umum. Pasal itu menyebutkan, setiap orang di dalam pesawat udara selama penerbangan dilarang mengoperasikan peralatan elektronik yang mengganggu navigasi penerbangan," ujarnya.

"Tapi diluar soal sanksi pidana dalam UU Penerbangan, perbuatan Mumtaz Rais ini sungguh perbuatan bodoh, arogan dan sok jago," ucap Ferdinand menambahkan.

Selanjutnya, dia juga menyinggung sifat Mumtaz yang seakan meniru sang ayah, yakni Amien Rais. Pandangannya, selama ini watak pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu terkesan arogan.

"Saya jadi bertanya, sifat siapa yang ditiru dan diikuti Mumtaz? Apakah sifat ayahnya Amin Rais yang kritik-kritiknya juga selama ini terkesan sok jago dan arogan padahal kritiknya pepesan kosong tak bermakna?" ucapnya.

Dia juga meminta Mumtaz untuk segera meminta maaf kepada publik atas tindakan yang dilakukan dalam pesawat beberapa hari yang lalu.

"Saya harap Mumtaz minta maaf ke publik karena telah mengancam keselamatan penerbangan. Soal proses hukum, saya serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian," kata Ferdinand Hutahaean.

Sekadar informasi, Plt Juru bicara Komisi Peberantasan Korupsi Ali Fikri mengatakan, pihak Polres Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) telah menemui Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango di markas antirasuah, terkait insiden cekcok mulutnya dengan putra Amien Rais, Mumtaz Rais, dalam penerbangan Garuda Indonesia rute Gorontalo-Makassar-Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2020.

  • Baca juga: Deklarasi Din Syamsuddin Cs, EWI: Itu Lucu-lucuan Saja
  • Baca juga: Ferdinand: Saya Tak Pernah Temukan Orang Jawa Lemah!

"Pihak Polres Bandara (Soekarno-Hatta) juga sudah datang menemui Pak Nawawi di Kantor KPK dan sudah disampaikan pada prinsipnya bahwa penyelesaian kejadian itu diserahkan sepenuhnya kepada petugas yang berwajib," kata Ali Fikri dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2020. []

Artikel Asli