Fenomena Langit Hari Ini: Ada Apogee Bulan dan Fase Perbani Akhir

Kompas.com Dipublikasikan 05.00, 13/07/2020 • Ellyvon Pranita
Ilustrasi Bulan terlihat di siang hari. Fenomena ini dapat diamati setiap hari.

KOMPAS.com - Sejak Senin (13/7/2020) dini hari, sebenarnya ada dua fenomena langit yang menghiasi langit Indonesia.

Kedua fenomena itu adalah adalah Apogee Bulan dan Fase Perbani Akhir.

Fenomena apa itu? Berikut penjelasan rincinya.

Baca juga: Fenomena Langit Juli 2020: Matahari di Atas Kabah hingga Komet Neowise

1. Apogee Bulan
Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Emanuel Sungging menjelaskan, Apogee merupakan kondisi Bulan berada pada titik terjauh terhadap Bumi.

"Jadi Apogee itu titik terjauh (Bulan) terhadap Bumi," kata Emanuel kepada Kompas.com, Senin (13/7/2020).

Bulan akan berada pada posisi terjauh dari Bumi dengan jarak 404.158 kilometer dari Bumi (pusat ke pusat).

Diameter Bulan yang tampak ketika apogee kali ini, sekitar 29,56 menit busur dengan iluminasi 51,8 persen.

Bulan terletak di konstelasi Pisces dan dapat diamatai dengan mata telanjang pada ketinggian 39,3 di atas ufuk dari arah Timur, tepatnya 80,3 derajat.

"Dalam skala tertentu boleh saja dikatakan mini (moon), tapi tidak lazim," ujarnya.

Fase puncak apogee ini jelas terlihat yaitu pada pukul 02.26 WIB, dini hari tadi.

2. Fase Perbani Akhir

Umumnya fase perbani akhir Bulan, akan terjadi berulang setiap periodenya. Bulan akan terbit tengah malam dan berkulminasi ketika Matahari terbit.

Sehingga dapat diamatai ketika pagi hari hingga terbenam saat tengah hari.

Fase puncak perbani akhir ini terjadi pagi tadi pukul 06.28 WIB, dan akan berakhir tengah hari ini.

"Yang disebut fase perbani itu secara kelihatan disebut sebagai bulan setengah," ujarnya.

Bagi Anda yang ingin menyaksikannya, Bulan dapat diamati dengan mata telanjang pada ketinggian 75,3 derajat di atas ufuk dari arah Barat Laut tepatnya 316.85 derajat, meskipun langit sudah terang.

Jarak Bulan dan Bumi (pusat ke pusat) sebesar 404.140 kilometer, dengan diameter Bulan tampak sebesar 29,56 menit busur.

Baca juga: Awan Pelangi di Tokyo, Bisakah Fenomena Ini Terjadi di Indonesia?

Kebetulan terjadi bersama

Untuk diketahui, fenomena Bulan Apogee dan fase perbani akhir yang terjadi hari ini tidak memiliki kaitan satu dengan yang lainnya, atau dengan kata lain terjadi kebetulan hampir bersamaan.

Serta, tidak ada kecenderungan terjadi bersamaan antara Bulan berada pada titik terjauh terhadap Bumi (apogee) dan juga bulan yang penampakannya terlihat setengah jika dipandang dari Bumi (fase perbani akhir).

"(Apogee dan fase perbani akhir) beda fasenya," tuturnya.

Penulis: Ellyvon PranitaEditor: Gloria Setyvani Putri

Artikel Asli