Fatiah The Arrogant Girl - Part 5: PRANK? (2)

Storial.co Dipublikasikan 03.17, 13/07 • AT Press Makassar
PRANK? (2)

Ranti dan Fatiah berjalan ke kampus, tiba-tiba langkah mereka terhenti melihat Rachel sedang berduaan dengan Bintang. Mereka terlihat sedang ngobrol dengan akrab, sepertinya mereka sedang membahas sesuatu, Rachel tampak sangat bahagia. Rachel slalu memandang Bintang dengan mata berbinar, sementara Bintang biasa-biasa saja. Semua orang yang melihat, pasti langsung tau, kalau Rachel jatuh cinta berat pada Bintang. Hati Fatiah terasa sedih.

“Ini bukan hari yang bagus untukku. Tadi hampir ditabrak, sekarang?!”kata hati Fatiah, tapi Fatiah menyembunyikan perasaannya.

Bintang langsung berdiri dari duduknya saat melihat Fatiah. Bintang mendekati Fatiah, Rachel sangat kesal dan sedih.

“Dia lagi!” Rachel benar-benar geram.

Bintang menyapa Fatiah dan Ranti, mereka berjalan bersama menuju kelas. Fatiah ngeri melihat pandangan mata Rachel yang sinis padanya. Rachel bangkit, berjalan cepat menabrak Fatiah, mengambil tempat Fatiah yang berjalan di samping Bintang.

    “Rachel?!” kata Bintang agak kesal. Rachel tak memperdulikan Bintang, Rachel menumpahkan kekesalannya pada Fatiah.

    “Makhluk aneh, nyebelin sedunia, gue tuh lagi ngomong sama Bintang, ya?! Bisa gak sih, lo menghilang sekali aja, atau selamanya?!” kata Rachel, Fatiah tak tau harus berkata apa.

    “Yee, Bintang nya yang mau sama Fatiah kok!” kata Ranti.

    “Dan lo, tukang ikut campur, urus dirimu sendiri! Emang lo juru bicaranya?!”

    “Cukup! Dia teman gue. Apa mau lo?” tanya Fatiah.

    “Sudahlah, apaan sih, jangan ribut ah!” Bintang mengajak Fatiah beranjak dari tempat itu.

Rachel berdiri terpaku, hatinya sakit dan sedih. “Bintang, aku cinta kamu. Ya Tuhan, bagaimana ini? Apa istimewanya si Fatiah? apa karna dia berhijab? Apa aku harus pake hijab juga supaya Bintang bisa melirikku sedikit saja?”

Adam nongkrong di sebuah kafe bersama teman-temannya, seperti yang selalu mereka lakukan. Tapi Ryan sudah beberapa waktu, tidak pernah lagi berkumpul dengan mereka. Roland, teman Adam mengatakan kalau Ryan akan menikah karna Ryan terlanjur menghamili cewek yang dikencaninya.

“Sepertinya si Ryan kena batunya, si cewek cukup lugu hingga membiarkan dirinya hamil!” kata Davin, mereka saling pandang, lalu tertawa.

    “Waaw, mampus! Hahah … ” gelak Adam. “Ceweknya cantik gak? gimana dia?”

“Ya gak tau Bro, tapi gue rasa pasti cantiklah, kalau gak cantik, Ryan gak akan membuatnya hamil, ” jawab Davin, nakal.

“Sapa tau, mungkin waktu melakukannya dia tersesaat atau sedang mabuk, lalu pipis sembarangan! Hahah … ” kata Adam.

“Kalau benar itu yang terjadi, itu benar-benar bencana!” kata Roland, mereka tertawa.

Semua mahasiswa dan mahasiswi sudah memenuhi ruangan kuliah, mereka menunggu Dosen masuk. Tak lama kemudian, seorang Dosen mereka yang masih muda masuk.

    “Slamat siang semua. ”

    “Siang Pak, ” jawab para mahasiswa.

Pak Dosenmeletakkan tasnya dan beberapa buku yang di bawanya di atas meja. Pak Dosen tersenyum memandang Fatiah.

“Oke, sebelum kita memulai kuliah hari ini, saya mau mengucapkan selamat kepada Fatiah lagi … seperti sebelumnya, ujian kali ini nilai tertinggi di peroleh oleh Fatiah lagi. ”

Semua memandang Fatiah, dan bertepuk tangan. Fatiahberdiri dengan bangga, lalu melakukan gerakan aneh, tapi terlihat keren.

    “Jiaah … huhuuuh … !thank you so much Pak!” kata Fatiah sambil menundukkan badan dan merentangkan tangannya. Rachel, bete memandang Fatiah.

    “Sombong banget, sok agamis, berhijab, tapi sombong!” gumam Rachel pelan, Nada mengangguk-anggukkan kepalanya. Tiba-tiba wajah Rachel berubah sedih, mau tak mau, dia harus mengakui kehebatan Fatiah yang tak pernah bisa di lawannya. Tapi sungguh hati Rachel sangat kesal dan cemburu melihat Fatiah selalu yang terdepan dan mendapatkan perhatian lebih dari Bintang, yang telah mengambil semua perhatian dan cintanya.

    “Cie … hidup Officegirl!” teriak beberapa mahasiswa, yang lainnya ikut bangga, dan dua orang mahasiswi tersenyum sinis. Fatiah tersenyum memandang mereka, tak peduli. Fatiah tak minder di teriaki officegirl, karna selain Fatiah merasa tak perlu minder, Fatiah juga merasa teman-temannya, benar-benar menyukainya walau dia bekerja sebagai officegirl.

Fatiah bergoyang senang dan bangga pada dirinya.

    “Yeyy … Fatiah!” kata Fatiah, sambil mengangkat tangan terkepal. Tiba-tiba Fatiah terbayang sama bundanya yang sering menegurnya. ‘Fatiah, jangan sombong!’ Fatiahlangsung tertegun seperti tersadar, lalu dia duduk seperti menyesal telah berlaku sombong. Teman-temannya malah tertawa melihatnya. Bintang tersenyum, sambil mengetik pesan di hpnya untuk Fatiah.

Bintang : Congratulation OG![gambar senyum]”

Fatiah membaca pesan Bintang, dan tersenyum pada Bintang sambil membuat 3jari seperti yang sering di lakukan seorang chef …

    “Selain tampan, kamu juga baik, ” kata Fatiah dalam hati.

Pagi-pagi Adam sudah sampai di kantor, Adam melihat Fatiah sedang mengepel. Mata Adam berbinar memandang Fatiah, tapi pikiran nakal muncul di kepalanya. Adam sengaja menginjak lantai yang sudah di pel Fatiah. Fatiah memandang Adam bingung, Fatiah merasa kelakuan Adam rada aneh.

    “Aku mau segelas susu!” kata Adam. Fatiah merasa heran, Adam datang cepat ke kantor dan sepertinya belum sarapan.

    “Tapi kita gak punya susu, Pak. ”

    “Kenapa bisa begitu?!”

    “Mmm, karna … ” Fatiahbingung menjawab pertayaan Adam, belum sempat Fatiah menjawab, pak Dikarekan kerja pak Bisma, masuk. Pak Dika heran melihat Adam sudah datang.

Adam agak salah tingkah, karna kedapatan sedang bicara dengan Fatiah yang seorang OG. Adam segera masuk ke ruangannya, Fatiah bengong sesaat, lalu kembali mengepel.

Retno datang mendekti Fatiah. “Pak Adam itu tadi ngapain?” tanya Retno.

“Mintak bikinin susu, aku bilang susunya gak ada, dia gak terima, ” jawab Fatiah lugu. Retno tersenyum menggoda.

    “Mungkin dia ada maunya?!”

    “Iya, Dia mau susu, ” jawab Fatiah sambil meneruskan pekerjaannya, sikapnya biasa aja, tak mengerti makna kata-kata Retno. Retno menertawai Fatiah yang tak mengerti maksudnya, Fatiah malah tambah bengong tak mengerti mengapa Retno harus tertawa. Fatiah merasa tidak ada yang lucu.

Pak Bisma bersiap pergi menemui klien yang sepakat akan bertemu di luar. Adam duduk di kursi lain, sambil melihat-lihat kertas di dalam sebuah map. Adam menolak untuk ikut bersama papanya, padahal pak Bisma ingin Adam ikut.

Adam tersenyum sendiri penuh arti. “Aku akan suruh dia kesini. ” Adam tersenyum nakal.

“Apa yang akan aku lakukan padanya? Kenapa aku melakukan ini? Apa aku tertarik padanya? Ah gak. Dia bukan tipeku! Yah, gak ada salahnya bisa mendapatkannya!Dia akan jatuh di tanganku, dia cantik, jilbab gak masalah dia akan tergila-gila padaku, dan aku hanya akan main-main dengannya, ” kata Adam dalam hati. 

Artikel Asli