Fakta-fakta Premier League Musim 2020/21 yang Perlu Kamu Ketahui

kumparan Dipublikasikan 08.50, 14/08 • kumparanBOLA
Salah satu suporter menyalakan flair di samping logo Liverpool saat merayakan kemenangan Premier League di luar Anfield. Foto: Phil Noble/Reuters

Premier League akan segera memulai musim kompetisi 2020/21. Setelah melewati musim yang panjang, kompetisi sepak bola paling bergengsi di Inggris tersebut tengah bersiap untuk memulai musim kompetisi yang baru.

Beberapa aturan telah disusun untuk menggelar kompetisi di tengah krisis kesehatan. Di samping itu, Premier League juga membuka kemungkinan bagi para penonton untuk hadir langsung ke stadion.

Berikut kami sajikan beberapa fakta-fakta Premier League musim 2020/21. Sila disimak.

Waktu dimulai dan berakhirnya kompetisi

Sebelum virus corona mewabah, musim 2020/21 sejatinya dijadwalkan akan bergulir pada 8 Agustus 2020. Kini, Premier League telah menentukan tenggat waktu baru: 12 September 2020.

Penetapan tanggal tersebut memang terbilang mepet. Sebab, hal ini hanya berselang enam minggu setelah musim 2019/20 usai.

Kendati begitu, beberapa tim yang setidaknya berhasil menembus perempat final Liga Europa musim ini akan diberikan waktu rehat lebih panjang. Mereka adalah Manchester United, Manchester City, Chelsea, dan Wolves.

Musim kompetisi 2020/21 sendiri akan diakhiri pada 23 Mei 2021, hanya 19 hari sebelum laga tunda Euro 2020 dimulai.

Jadwal kompetisi

Premier League akan segera mengumumkan jadwal kompetisi selambat-lambatnya Jumat, 21 Agustus 2020. Mereka juga akan mengumumkan perihal hak siar untuk musim depan.

Namun, Premier League telah merilis tanggal yang akan dimainkan setiap minggunya. Mereka juga menegaskan bahwa jeda musim dingin (winter break) akan ditiadakan di musim depan.

Pekan 1: Sabtu 12 September

Pekan 2: Sabtu 19 September

Pekan 3: Sabtu 26 September

Pekan 4: Sabtu 3 Oktober

Pekan 5: Sabtu 17 Oktober

Pekan 6: Sabtu 24 Oktober

Pekan 7: Sabtu 31 Oktober

Pekan 8: Sabtu 7 November

Pekan 9: Sabtu 21 November

Pekan 10: Sabtu 28 November

Pekan 11: Sabtu 5 Desember

Pekan 12: Sabtu 12 Desember

Pekan 13: Rabu 16 Desember

Pekan 14: Sabtu 19 Desember

Pekan 15: Sabtu 26 Desember

Pekan 16: Senin 28 Desember

Pekan 17: Sabtu 2 Januari

Pekan 18a: Rabu 13 Januari

Pekan 19: Sabtu 16 Januari

Pekan 18b: Rabu 20 Januari

Pekan 20: Sabtu 23 Januari

Pekan 21: Sabtu 30 Januari

Pekan 22: Rabu 3 Februari

Pekan 23: Sabtu 6 Februari

Pekan 24: Sabtu 13 Februari

Pekan 25: Sabtu 20 Februari

Pekan 26: Sabtu 27 Februari

Pekan 27: Sabtu 6 Maret

Pekan 28: Sabtu 13 Maret

Pekan 29: Sabtu 20 Maret

Pekan 30: Sabtu 3 April

Pekan 31: Sabtu 10 April

Pekan 32: Sabtu 17 April

Pekan 33: Sabtu 24 April

Pekan 34: Sabtu, 1 Mei

Pekan 35: Sabtu 8 Mei

Pekan 36: Rabu 12 Mei

Pekan 37: Sabtu 15 Mei

Pekan 38: Minggu 23 Mei

Perayaan gelar juara Leeds United. Foto: LEE SMITH/REUTERS

Promosi dan Degradasi

Leeds United kembali ke kasta tertinggi sepak bola Inggris setelah 16 tahun absen. Disusul West Bromwich Albion di posisi kedua. Sementara, satu tiket tersisa menjadi milik Fulham usai mengalahkan Brentford di babak play-off.

Di samping itu, tiga tim yang harus tersingkir dari Premier League adalah Norwich City, Watford, dan Bournemouth.

Pertandingan digelar tanpa penonton

Premier League memutuskan untuk kembali memainkan musim 2020/21 tanpa kehadiran penonton. Keputusan ini disepakati menyusul belum meredanya wabah virus corona.

Namun, perbincangan terkait hal tersebut terus dirumuskan. Di antaranya menimbang kemungkinan untuk mengisi 30-50 persen kapasitas stadion, dengan menerapkan aturan social distancing secara ketat.

Sebenarnya, kompetisi top Eropa lainnya seperti Bundesliga, telah menyetujui kehadiran penonton dengan sederet aturan kesehatan. Akan tetapi, keputusan final tetap bergantung kepada otoritas hukum setempat yang menerbitkan izin tersebut.

Trofi Premier League. Foto: Premier League

Penyesuaian beberapa aturan

Di musim depan, beberapa aturan baru akan mulai diterapkan di Premier League.

Pertama, tim-tim kontestan sepakat untuk kembali ke aturan awal di mana hanya memperbolehkan tiga pergantian pemain di setiap pertandingan.

Seperti diketahui, sejak Premier League melakukan restart kompetisi, aturan pergantian pemain diubah menjadi lima pemain per pertandingan. Hal ini kemudian dinilai merugikan klub-klub kecil karena tidak memiliki komposisi pemain inti dan cadangan yang seimbang.

Kedua, Premier League juga memastikan bahwa ketika mengambil tendangan penalti, maka area dalam kotak penalti harus bersih dari pemain mana pun.

Setiap pemain, selain penendang penalti dan penjaga gawang, yang kedapatan menginjak kotak penalti atau area garis lengkung saat tendangan penalti belum sepenuhnya dilakukan, akan dinilai sebagai pelanggaran.

Ketiga, asisten wasit akan menahan bendera offside-nya ketika pemain yang dinilai berada dalam posisi offside berpeluang untuk mencetak gol. Selanjutnya, setelah melewati momen tersebut, baik itu berbuah gol atau tidak, wasit akan meninjau VAR untuk mengambil keputusan yang lebih akurat.

Keempat, penalti tidak akan diulang meskipun menjaga gawang kedapatan melakukan gerakan sebelum tendangan dilakukan. Hal ini dengan catatan, jika pergerakan tersebut dinilai ''secara jelas mempengaruhi'' hasil penanti, maka tendangan tersebut akan tetap diulang.

Di samping itu, kartu kuning tidak akan digunakan dalam adu penalti. Jika penjaga gawang sebelumnya sudah mendapat kartu kuning, dan dalam situasi penalti ia kembali mendapat kartu kuning, maka dirinya tidak akan diusir ke luar lapangan.

Pemain Chelsea Jorginho menanyakan kartu merah yang diberikan wasit kepada Marcos Alonso saat melawan Bayern Muenchen pada liga Champions di Stamford Bridge. Foto: REUTERS / Toby Melville

Jendela transfer

Bursa transfer musim panas kali ini berjalan sepanjang 10 pekan. Dibuka sejak 27 Juli, transaksi jual-beli pemain di musim panas tersebut akan diakhiri pada 5 Oktober mendatang.

Di samping itu, Premier League juga menambahkan bursa transfer khusus domestik yang dijadwalkan akan berlangsung pada 5 Oktober hingga 16 Oktober.

Di sesi tersebut, klub Premier League hanya bisa bertransaksi dengan klub EFL, alih-alih melakukan jual-beli dengan sesama tim Premier League atau tim luar negeri.

Penulis: Mohammad Insan Bagus Laksono

Artikel Asli