Fakta-fakta Kembar Fraternal yang Perlu Anda Ketahui

SehatQ Dipublikasikan 07.30, 13/07 • Nenti Resna
Fakta-fakta Kembar Fraternal yang Perlu Anda Ketahui
Bayi kembar fraternal

Tidak sedikit pasangan yang mengharapkan dapat memiliki bayi kembar. Berbeda dengan kehamilan biasa, kehamilan bayi kembar memiliki risiko gangguan kehamilan yang lebih tinggi. Khususnya, jika kondisi ibu telah memiliki penyakit penyerta, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes.

Ada dua jenis kehamilan kembar, yaitu kembar identik dan kembar fraternal. Bayi kembar fraternal memiliki presentase kelahiran lebih tinggi dari bayi kembar identik. Bayi kembar identik memiliki kemungkinan sama di seluruh dunia, yakni rata-rata 3 berbanding 1000 kelahiran.

Sementara presentase kelahiran bayi kembar fraternal memiliki kemungkinan berbeda secara geografis, dengan rata-rata kelahiran 6 hingga lebih dari 20 dari 1000 kelahiran.

Apa itu bayi kembar fraternal?

Bayi kembar fraternal adalah dua bayi yang berasal dari dua sel telur berbeda dan masing-masing dibuahi oleh sel sperma yang berbeda. Ada kalanya, wanita menghasilkan dua sel telur secara bersamaan dan keduanya mengalami pembuahan. Sel telur yang telah mengalami pembuahan disebut dengan zigot.

Kedua janin kembar fraternal yang berasal dari dua zigot berbeda lantas berkembang dan lahir bersamaan. Pada perkembangannya, kedua bayi tersebut juga akan memiliki plasenta dan tali pusar sendiri untuk mendapatkan oksigen dan nutrisi.

Perbedaan bayi kembar fraternal dan kembar identik

Pada bayi kembar identik, pembuahan hanya terjadi pada satu sel telur oleh satu sel sperma. Namun demikian, setelah proses pembuahan selesai, zigot kemudian mengalami proses pembelahan. Kedua janin yang berasal dari satu zigot yang sama tersebut kemudian berkembang dan terlahir bersamaan menjadi bayi kembar identik.

Bayi kembar identik dapat dibedakan menjadi tiga berdasarkan waktu terbelahnya zigot.

  • Pembelahan terjadi segera setelah pembuahan, sebelum zigot melekat pada rahim. Kedua janin kembar akan memiliki amnion dan plasenta sendiri-sendiri.
  • Pembelahan terjadi pada saat zigot baru saja melekat pada rahim. Kedua janin kembar akan memiliki amnion sendiri-sendiri tetapi berbagi plasenta yang sama (monokorionik).
  • Pembelahan terjadi pada saat zigot melekat pada rahim dan baru terbelah setelah beberapa waktu. Kedua janin kembar akan saling berbagi amnion dan juga plasenta (monoamniotik).

Sementara itu, seperti yang dijelaskan sebelumnya, kembar fraternal terjadi karena dua pembuahan yang berbeda dari dua sel telur dan sel sperma yang juga berbeda.

Karakteristik bayi kembar fraternal

Perbedaan proses pembuahan pada kembar fraternal dan kembar identik, menghasilkan bayi kembar yang berbeda karakteristik. Berikut ini adalah karakteristik dari bayi kembar fraternal.

  • Pada bayi kembar fraternal, masing-masing janin memiliki tali pusar dan plasenta sendiri-sendiri. Berbeda dengan bayi kembar identik yang berbagi satu plasenta yang sama.
  • Pada bayi kembar fraternal, kedua bayi yang terlahir bisa memiliki tampilan wajah dan karakteristik yang berbeda sama sama sekali. Walaupun wajahnya memiliki kemiripan, tetapi tidak akan persis serupa seperti pada kembar identik. Maka tidak mengherankan jika setelah tumbuh besar, banyak yang tidak menyadari bahwa keduanya merupakan anak kembar.
  • Pada kembar fraternal, bayi kembar bisa saja memiliki jenis kelamin yang sama atau berbeda. Lain halnya dengan kembar identik yang selalu memiliki jenis kelamin yang sama.
  • Kembar fraternal mungkin memiliki golongan darah berbeda, sementara kembar identik golongan darahnya selalu sama.
  • Kembar fraternal memiliki genetik yang berbeda karena berasal dari sel telur dan sel sperma yang berbeda, sama seperti saudara kandung lainnya.
  • Pembuahan pada kembar fraternal bisa terjadi pada waktu yang berbeda. Misalnya, setelah terjadi pembuahan pada zigot pertama, indung telur kembali menghasilkan sel telur beberapa hari kemudian. Sel telur kedua ini kembali mengalami pembuahan hingga akhirnya terjadi kehamilan kembar fraternal.

Kembar fraternal bisa dipengaruhi faktor keturunan. Kondisi wanita yang menghasilkan lebih dari satu sel telur setiap bulan disebut dengan hiperovulasi. Kondisi ini bisa diturunkan dari seorang ibu pada anak perempuannya. Sehingga, anak perempuan tersebut juga memiliki kemungkinan hiperovulasi dan memiliki anak kembar.

Selain dikarenakan faktor keturunan, bayi kembar fraternal juga dapat disebabkan oleh berbagai faktor lain, seperti obat kesuburan atau karena menjalani bayi tabung. Usia, berat badan, dan tinggi badan ibu juga berpengaruh pada kemungkinan hamil kembar fraternal. Sementara pada bayi kembar identik, penyebabnya tidak dapat dipastikan.

Artikel Asli