Fakta di Balik Kebijakan Fenomenal Habibie di Bidang Ekonomi

Okezone.com Dipublikasikan 23.36, 15/09/2019 • Rizqa Leony Putri
Fakta di Balik Kebijakan Fenomenal Habibie di Bidang Ekonomi
Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) meninggal dunia

JAKARTA - Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama 10 hari di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat pada Rabu 11 September 2019. Habibie menghembuskan napas terakhirnya di usia 83 tahun.

Habibie juga berkontribusi lewat sejumlah kebijakan ekonomi pada masa genting usai krisis ekonomi 1998 semasa menjabat sebagai presiden.

Berikut fakta menarik soal kebijakan fenomenalHabibie di bidang ekonomi seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Senin (16/8/2019).

1. Selamatkan RI dari Krisis Moneter 1998

Saat Habibie dilantik pada 21 Mei 1998 menggantikan Soeharto, kondisi ekonomi Indonesia tengah porak poranda. Habibie kemudian berhasil membawa Indonesia keluar dari cengkraman krisis moneter. Habibie berhasil menerapkan independensi bagi Bank Indonesia untuk fokus menjaga kondisi moneter domestik. Terutama menjaga kondisi perekonomian pasca krisis 1998.

2. Bawa Rupiah ke Rp6.500 per USD

BJ Habibie juga sempat dikenal karena bisa berhasil memangkas nilai tukar Rupiah yang sempat melonjak tinggi sebesar Rp15.000 per USD saat masa krisis hingga menjadi Rp6.500 per USD. Penyebabnya adalah karena Habibie konsisten pada kebijakan keuangan. Ia menerapkan sistem pasar terbuka untuk valuta asing.

 

Kebijakan Habibie

3. Reformasi Ekonomi Sektor Industri

Tak hanya itu, Habibie pun ikut berkontribusi bagi munculnya dua undang-undang penting terkait perekonomian. Pertama, adalah Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha yang Tidak Sehat. Kedua, Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

4. Berusaha Lepas dari Jeratan Utang IMF

Menteri Riset dan Teknologi era Soeharto ini juga ikut berkontribusi dalam membentuk lembaga yang bertugas memantau serta menyelesaikan utang luar negeri. Selain itu, dia juga presiden yang memulai implementasi reformasi ekonomi sesuai yang disyaratkan oleh International Monetary Fund (IMF).

 

Kebijakan Habibie

5. Pulihkan Sejumlah Bank yang Nyaris Bangkrut

Tak ketinggalan, BJ Habibie juga ikut terlibat dalam menyehatkan sejumlah bank yang bakal bangkrut akibat terbelit utang dan likuiditas yang ketat. Peran BJ Habibie tersebut terlihat lewat pembentukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Lembaga ini kemudian bertugas dalam penyehatan perbankan, penyelesaian aset bermasalah dan mengupayakan pengembalian uang negara yang tersalur pada sektor perbankan.

Artikel Asli