Fakta dan Mitos Mengenai Bos Wanita

LINE JOBS Dipublikasikan 02.00, 21/09/2019 • Dewi Tifani
Business photo created by pressfoto
Business photo created by pressfoto

Memiliki bos seorang wanita saat ini bukanlah sesuatu yang baru dan aneh lagi. Lady Bosses kini telah banyak ditemukan di beragam sektor industri, bahkan, di industri yang umumnya diisi oleh pria. Meski demikian, hingga kini, wanita masih terus berjuang melawan banyak mitos dan stigma yang hadir di masyarakat.

Seorang bos wanita dianggap cenderung emosional dan sulit diajak bekerja sama. Alhasil, banyak karyawan yang merasa khawatir jika memiliki atasan seorang wanita. Selain itu, mitos atau stigma tersebut juga membuat para wanita dirugikan karena kariernya bisa jadi terhambat. Lalu, apakah stigma yang beredar di masyarakat mengenai bos wanita adalah fakta atau hanya mitos semata? Simak informasinya berikut ini.

1. Cenderung lebih emosional

Di satu sisi, fakta menunjukan bahwa bos wanita memang lebih emosional dibandingkan bos pria. Memang terbukti bahwa seorang wanita terkadang lebih mengandalkan emosi daripada logika. Akibatnya, wanita akan cenderung melibatkan perasaan atau kata hatinya saat mengambil keputusan. Walaupun begitu, menurut sebuah survei, ternyata bos wanita justru bekerja lebih baik dengan staf mereka, bahkan hingga di luar pekerjaan. Hal ini dikarenakan wanita memiliki perasaan yang lebih sensitif sehingga lebih bisa bersimpati terhadap kolega mereka.

2. Mencampur urusan personal dan profesional

Karena cenderung lebih emosioal, beberapa wanita kadang sulit untuk tidak melibatkan masalah pribadinya dalam urusan pekerjaan. Apalagi jika berkaitan dengan perubahan hormonal yang kerap kali dialami oleh wanita. Padahal, perubahan hormonal juga dialami oleh lelaki, hanya saja hal tersebut cenderung diabaikan. Meski demikian, seringkali wanita hanya ingin masalah pribadi dan profesionalnya dapat berjalan beriringan dengan seimbang.

3. Lebih akrab dengan bawahan

Pemimpin yang hebat adalah yang mampu memahami bawahannya. Hal tersebut tidaklah sulit dilakukan oleh bos wanita. Sifat lebih sensitif yang dimiliki wanita membuat mereka lebih peka terhadap masalah yang dialami oleh para karyawannya. Berbeda dengan bos pria yang cenderung cuek, bos wanita seringkali mencoba membantu karyawannya untuk mencari solusi terhadap masalah-masalah mereka. Karena hal ini pula, bos wanita jadi lebih mudah didekati secara personal dan mudah akrab dengan para bawahannya.

4. Lebih Detail dan Teliti

Meski seringkali dianggap lebih mengedepankan perasaan dibanding logika,  ketelitian seorang wanita tidak bisa diragukan karena mereka cenderung melakukan segala hal dengan rapi dan terstruktur. Kebanyakan bos wanita ingin hasil kerja yang sempurna tanpa melewatkan satu detail pun. Sehingga jangan heran jika Anda dipanggil berkali-kali ke ruangannya untuk memperbaiki pekerjaan Anda karena mereka biasanya akan selalu menemukan kekurangan Anda meski hasil kerja Anda sudah tampak maksimal.

5. Mampu menyelesaikan banyak tugas (multi-tasking)

Wanita karier biasanya dituntut untuk mampu menyeimbangkan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadinya. Oleh karena itu, kebanyakan wanita mampu mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus secara bersamaan. Maka, jangan heran jika terkadang bos wanita Anda juga mendorong Anda untuk melakukan hal serupa.

Nah, itulah beberapa fakta dan mitos mengenai bos wanita. Menjadi pemimpin kini bukanlah hanya hak bagi seorang pria, wanita pun bisa melakukannya. Tapi, tentunya tetap harus dengan kapasitas dan porsi yang sesuai. Untuk itu, sebagai wanita, tetaplah semangat dan jangan takut menggapai posisi puncak dalam karier Anda.

Semoga informasi yang LINE Jobs berikan kali ini dapat bermanfaat dan memberikan motivasi bagi Anda, khususnya bagi para wanita atau yang memiliki bos wanita.